Sabtu, 02 Juli 2011

Menghilangkan Bekas Jerawat

Saran 1 :
Ambil sepotong ubi kayu. Kupas kulitnya. Buang kulitnya. Bersihkan. Parutkan. Perah untuk dapatkan airnya. Sapukan air perahan pada muka anda yang ada bekas jerawat. Lakukan setiap hari selama seminggu. Insya-Allah, kesannya memuaskan.

Saran 2 :
Tumbuk beberapa batang kulit kayu manis dan jadikan serbuk. Campurkan dengan sedikit air. Sapukan pada bekas jerawat. Amalkan selama seminggu.

Saran 3 :
Ambil 10 helai daun sireh muda, Bersihkan dan tumbuk lumat. Muka hendaklah dibersihkan dengan air suam dan sapukan sireh pada muka terutama di bahagian bekas jerawat. Biarkan kira-kira setengah jam atau hingga kering. Cuci muka bersih-bersih dan lap kering. Amalkan 3 kali seminggu.

Saran 4 :
Selain daripada ulam yang enak dan berkhasiat, pegaga juga boleh digunakan untuk menghilangkan tanda hitam parut jerawat di muka. Caranya ialah dengan mengisar daun pegaga dengan bedak sejuk dan air secukupnya. Pupukkan adunan tersebut di tempat tanda hitam parut jerawat di muka anda setiap hari atau setiap malam sebelum tidur. Campuran kisaran pegaga dan bedak sejuk tersebut boleh disimpan di dalam peti sejuk dengan memasukkannya ke dalam botol yang kering.

Saran 5 :
Asah kulit kayu manis dan campurkan dengan madu lebah. Tempelkan pada muka yang berparut setiap malam. Esoknya, cucilah dengan air suam.

Saran 6 :
Tumbuk sepuluh helai daun sireh muda. Tempelkan pada muka terutama bekas jerawat. Setelah kering, cuci muka dengan air bersih. Amalkan 3 kali seminggu.

Saran 7 :
Kisar timun dan tapis airnya.Tampalkan hampas timun pada wajah yang berparut. Biarkan setengah jam. Kemudian cuci dengan air suam.

Saran 8 :
sebelum mandi, usapkanlah kulit pisang klutuk (batu) yang sudah matang pada kulit wajah. lalu biarkan sekitar 10 menit, seolah2 anda sedang dimasker. setelah itu bilas dengan air teh basi, dan baru mandi, atau cara kedua adalah dengan menghaluskan biji pinang tua, campur dengan air mawar. gunakan sebagai bedak setiap hari.hindari makan makanan yang pedas dan berlemak. sering memakan tape ketan dan tape singkong adalah baik untuk kulit anda. usahakan buang air rutin setiap hari.

Tips Merawat Kulit wajah dengan Buah

Buah-buahan selain bermanfaat untuk menyehatkan tubuh kita, ternyata buah mempunyai kelebihan yang sangat bermanfaat. Buah- buhan ternyata juga bisa membuat wajah kita menjadi cantik secara alami. Berikut beberapa buah yang dapat mempercantik wajah anda.

Buah Apel


Buah apel ini cocok di gunakan untuk wajah anda yang berminyak. Caranya ambil 1 buah apel, kemudian potong-potong dan masukan ke dalam blender. Blender apel sampai halus tanpa menggunakan air. Setelah di blender balurkan secara merata pada wajah anda. sebelum membalurkan sebaiknya bersihkan dahulu wajah anda. setelah di balur diamkan selama 20 menit. Kemudian bersihkan wajah dengan air hangat dan air dingin untuk meringkaskan pori-pori. Lakukanlah seminggu sekali.

Kulit Jeruk

Selain buahnya yang enak di makan, ternyata kulit jeruk bisa bermanfaat untuk wajah anda. Terutama untuk wajah anda yang kusam. Caranya tusuk-tusuk kulit jeruk denga garpu, kemudian masukan kulit jeruk ke dalam air hangat dan rendam selama satu malam. Basuhkan pada wajah yang telah di bersihkan kemudian keringkan dengan handuk. Berfungsi untuk mengangkat kotoran dan sel-sel kulit mati.

Buah Pepaya
Pepaya bisa bermanfaat untuk meremajakan kulit anda, haluskan pepaya yang ranum kemudian campurkan 1 sendok madu. Oleskan pada wajah anda dan diamkan selama 20 menit kemudian bilas hingga bersih. Pepaya ini mampu mengangkat sel-sel kulit mati dan mencegah kerut di wajah. Jika ingin hasil yang maksimal gunakan seminggu sekali.

Buah Melon
Melon dapat mendinginkan kulit anda yang terbakar matahari. Iris tipis melon lalu kompreskan selama 20 menit pada wajah anda yang telah di bersihkan, lalu bilas. Buah melon ini mengandung zat astrigent yang bermanfaat sebagi tonik dan mampu mendinginkan wajah yang terbakar karena matahari.

Foto keluarga

Hahaha...:D....ne foto-foto keluarga gw...ne foto tepatnya tanggal 25 Juni 2011....keluarga w buat foto keluarga ne,...berhubung kakak ceweq gw mw kuliah k jogya....jadi yach buat kenang2ngan kita foto keluarga di Ramayana....ne foto-fotonya.....xixiixixixixxiix...:)

Jumat, 01 Juli 2011

Playfull kiss Eps1

Playful Kiss episode 1
Episode : 20
Genre : Romance, school
Produksi : MBC, 2010
Sutradara : Hwang In Roe, Kim Do Hyung
Original Manga : Itazura na Kiss by Tada Kaoru
Screenwriter : Go Eun Nim

Cast :
Kim Hyun Jung as Baek Seung Jo
Jung So Min as Oh Ha Ni
Lee Tae Sung as Bong Joon Gu
Lee Si Young as Yoon He Ra
Jung Hye Young as Hwang Geum Hee (ibu Seung Jo)
Oh Kyung Soo as Baek Soo Chang (ayah Seung Jo)
Choi Won Hong as Baek Eun Jo (adik Seung Jo)
Kang Nam Gil as Oh Ki Dong (ayah Ha Ni)
Hong Yoon Hwa as Jung Joo Ri (teman Ha Ni)
Yoon Seung Ah as Go Min Ah (teman Ha Ni)
Jang Ah Young as Hong Jang Mi
Bye Bye Sea as pengagum Bong Joon Gu
Hwang Hyo Eun as Song Kang Yi (walikelas Ha Ni)
Song Yong Shik as Song Ji Oh
Moon Hoe Won as Kepala Sekolah Hwang

Episode 1


Di sebuah taman fantasy, seorang pemuda berbaju putih berdiri di tengah taman dan mencium bunga yang mekar. Pemuda itu (jelas itu Kim Hyun Jung haha) jalan dan menemukan seorang gadis (Jung So Min) yang sedang tertidur bersandar di bawah pohon.

Pemuda itu mencium gadis itu dengan lembut lalu jalan pergi.

Gadis itu bangun dan melihat seekor kuda putih yang..mengedipkan mata padanya! Gadis itu meleletkan lidahnya, kuda itu menjauh.

Gadis itu mengikutinya dan kuda itu berubah menjadi si pangeran tampan.

Pangeran itu mendekatinya dan kali ini gadis itu bersiap untuk dicium....

Ketika akhirnya sang putri terbangun dari tidurnya! Oh Ha Ni ternyata mimpi dan ia terlambat masuk ke kelas! Ha Ni langsung lari masuk kelas.


Di dalam kelas, Ha Ni masih memikirkan mimpinya dan guru kelas Ha Ni memanggilnya, Oh Ha Ni...
Ha Ni : Iya..?
Guru : Apa yang dipikirkan Oh Ha Ni kita pagi-pagi ini? Semua temannya tertawa.

Guru mengomeli dan menjewer teman2 Ha Ni yang sama sekali tidak memperhatikan. Ada yang tidur, ada yang hanya melamun dsb. Guru berkata aku tahu apa artinya jadi senior (kelas 3) di Korea Selatan. Guru kelas berdiri di depan Bong Joon Gu yang terus melihat ke arah Ha Ni dengan terpesona, kau lihat apa? Lalu Joon Gu langsung duduk tegak.

Guru : Meskipun sangat berat, tapi apakah kalian tahu betapa beratnya guru kelas 3? Apa kalian tahu betapa memuakkan menjadi guru? Ha? dan murid-muridpun terdiam...

Saat istirahat, teman-teman Joon Gu bermain musik "akustik" (artinya pakai apa saja haha) di ruang makan. Ha Ni dan kedua temannya makan sambil ngobrol mengenai nilai mereka. Mereka bertiga selalu ada di urutan terbawah ranking di kelas, jadi mau apa lagi? Selalu ada yang paling bawah kan?

Min Ah tanya rumahmu sudah selesai? Kau tidak akan mengadakan pesta masuk rumah?
Ha Ni mengeluh ia sama sekali belum sempat beres-beres. Joo Ri mengusulkan, kau minta Jun Gu saja yang melakukannya, apa kau tahu tadi dia melihatmu seperti ini...dan Joo Ri menunjukkan ekspresi Joon Gu yang memuja Ha Ni.

Min Ah heran melihat Joo Ri yang makan terus, apa kau tidak bosan?
Joo ri : Apa? ini? tanyanya sambil menunjuk daging di tangan-nya..ah..kalau anak penjual kaki babi bosan dengan kaki babi, lantas siapa yang akan makan? Ha Ni-ah..apa kau bosan dengan mie buatan ayahmu?

Ha Ni : Aku tidak akan pernah bosan dengan mie buatan ayahku
Joo Ri : Setuju..setuju.mie buatan ayah Ha Ni memang enak..
Min Ah : setuju..

Hong Jang Mi lewat dan menyapa mereka sambil lalu, padahal ia junior kalau dibandingkan ketiganya. Jang Mi memasukkan koin ke vending machine untuk soda, ternyata koinnya nyangkut. Jang Mi ini gadis yang menyebalkan, ia merasa paling hebat.

Ha Ni merasa ini saatnya unjuk gigi, dengan percaya diri, diiringi musik akustik teman-temannya plus tap-dance mereka, Ha Ni mendekati mesin, mengetuk mesinnya sambil tersenyum. Ia meregangkan otot2nya, mengambil kuda-kuda dan menendang mesin minuman ringan itu, dan voila...pocari sweat-nya keluar! Ha Ni bangga sekali dengan tindakan-nya dan ia merasa sudah menang 1-0 terhadap Jang Mi yang selalu bertingkah superior.

Ha Ni kembali ke tempat duduknya bersama Jung Joo Ri dan Go Min Ah. Ha Ni membicarakan Baek Seung Jo, siswa paling hebat di sekolah mereka. Coba saja, Seung Jo itu bukan hanya genius, tampan, dia juga tinggi, kaya.

Dia punya kemampuan atletik dan juga hebat dalam aktivitas ekstrakurikuler lain. Joo Ri dan Min Ah sudah bosan mendengar khayalan Ha Ni. Mereka hanya menggeleng-geleng saja ketika Ha Ni berkata kalau Seung Jo itu adalah roh hutan.

Ha ni : Aku mengerti sekarang bagaimana perasaan vampir, melihatnya begitu mempesona sampai membuatku ingin menggigitnya.

Seung Jo muncul di ruang istirahat. Tenang dan kalem. Jalan dengan anggun ke arah mesin minuman ringan, cuek saja dengan pandangan para gadis yang terpesona padanya. Ha Ni membeku, jantungnya berdetak kencang melihat Seung Jo jalan mendekat, ia salting hahaha.

Hong Jang Mi mendekati Seung Jo dan menawarkan sodanya, dan bertingkah seolah-olah mereka berdua teman dekat. Jang Mi berani sombong karena tampaknya ibunya dan ibu Seung Jo berteman.

Seung Jo juga tidak menggubris Jang Mi, tapi ia mengalami hal yang sama dengan Jang Mi, koinnya tersangkut di mesin itu ! Jang Mi merasa punya kesempatan mempermalukan Ha Ni dan ia memanggilnya, Ha Ni sunbae! ini tidak bisa keluar! Cepatlah Ha Ni sunbae!

Jang Mi sengaja melakukannya. Ha Ni merasa segan tapi juga tidak bisa menolaknya.

Akhirnya Ha Ni jalan menuju mesin, masih diiringi musik akustik plus tap-dance haha dan sengaja tidak memandang Seung Jo dan langsung menendang mesin itu. Minuman Seung jo keluar dengan mudah!

Seung Jo melongo! Ha Ni merasa sangat malu, ia tidak ingin Seung Jo mengingatnya seperti ini.

Ha Ni tidak melihat ekspresi Seung Jo yang bengong melihatnya, sepertinya Seung Jo mulai ada kesan terhadap Ha Ni.

Seung Jo berbalik tanpa mengatakan apa-apa, tapi Joo Ri tidak ingin usaha Ha Ni sia-sia dan ia menolong temannya itu dengan memanggil namanya keras2 : Oh Ha Ni! OH HA NI!!! tujuannya agar Seung Jo mendengarnya hahaha..dan Seung Jo memang jalan kembali menuju mereka.

Ha Ni berdiri dengan nervous, ia pikir Seung Jo mungkin akan mengatakan terima kasih? Ternyata..Seung Jo kembali untuk mengambil kembalian dari mesin itu! Ha!

What...?

My precious Seung Jo saranghe...

Joo Ri dan Min Ah mendorong Ha Ni untuk mengakui perasaan-nya pada Seung Jo. Kita akan segera lulus, jadi kau harus mengambil kesempatan ini. Ha Ni memutuskan untuk mencobanya, tapi bagaimana caranya?

Ju Ri dengan bercanda menyarankan agar Ha Ni mengenakan kostum Gollum (Lord of the Ring) dan memanggil Seung Jo dengan "Yang berharga" dan Ha Ni menyukai ide itu! Ju Ri benar2 tidak percaya..

Min Ah menyarankan bagaimana kalau dengan tarian, seperti hewan yang akan kawin?

Ini membuat Ha Ni berkhayal lagi. Ha Ni menari balet (Jung So Min memang mempelajari balet), tarian Swan Lake atau Danau Angsa.

Seung Jo adalah sang Pangeran. Keduanya menari dengan anggun, Seung Jo mengangkat Ha Ni ke atas dan...melemparkannya!

Di kelas menggambar, Joon Gu bersedia menjadi model demi Ha Ni, Joon Gu berpikir paling tidak dengan begini Ha Ni akan melihatnya. Tapi sayangnya Ha Ni hanya memikirkan Seung Jo.

Kasihan Joon Gu, sepertinya usahanya sia-sia saja. Joon Gu harus berpose seperti orang lari dan ia tidak boleh bergerak, kakinya semakin pegal dan keringat menetes dari dahinya, ia tidak tahan lagi. Tapi Joon Gu bersumpah dalam hati ia akan tetap menahannya demi Ha Ni, karena Ha Ni melihatnya.

Padahal..Ha Ni menggambar sih tapi ia mencoret-coret kata : Pengakuan..tarian perjodohan..Gollum..

Kelas menggambar selesai, Joon Gu mengintip hasil lukisan Ha Ni, ternyata Ha Ni menggambar tubuhnya tapi kepalanya adalah kepala Seung Jo!

Di rumah, Ha Ni tenggelam dalam pikirannya, ia berpikir bagaimana caranya mengaku perasaan-nya pada Seung Jo. Ayah Ha Ni mengerti pikiran putrinya. Anaknya pasti sedang jatuh cinta, meskipun Ha Ni mengaku ini adalah cerita mengenai "teman-nya", ayah Ha Ni bercerita bagaimana ia mengaku perasaannya pada ibu Ha Ni waktu itu.

Kata-kata ayahnya membuat Ha Ni masuk ke dalam khayalannya lagi, Ha Ni dan kedua teman-nya adalah anggota geng motor dan ia memojokkan Seung Jo. Seung Jo jalan mundur menghindari Ha Ni, Ha Ni berkata, kau memilih bersama denganku atau mati.

Dan meskipun itu dalam khayalannya, ternyata Seung Jo memilih masuk ke peti mati! Astaga (dua pria sudah "dibunuh" Jung So Min haha)

Ayah menyadarkan Ha Ni dari khayalannya dan berkata kalau sepucuk surat cinta yang tulus akan berhasil. Ha Ni setuju, ayahnya benar.

Ha Ni membuat surat pernyataan dan menyelipkan ke loker Seung Jo, Ha Ni menunggu dengan gugup. Kira-kira apa tanggapan Seung Jo.

Seung Jo lewat di ruang istirahat dan tampaknya tidak mengingat Ha Ni sama sekali, Joo Ri teriak memanggil nama Ha Ni lagi, ia berniat agar Seung Jo memperhatikan temannya. Kali ini, Min Ah ikutan. Akhirnya Seung Jo bereaksi.

Seung Jo : Apakah kau Oh Ha Ni? Seung Jo jalan mendekati Ha Ni dan teman-temannya.

MBC..majalahnya, harus Han Hyo Joo covernya...:)

Seung Jo menyerahkan surat padanya. Anak-anak berkumpul dengan penuh rasa ingin tahu. Ha Ni mulai merasa deg-degan lagi. Ha Ni menerima surat itu dan membukanya, aku bahkan tidak berharap kau menjawabnya.

Tapi ketika Ha Ni membacanya, air mukanya berubah. Ia kelihatan sangat kecewa.

Jang Mi mendekat dan merampas kertas itu, lalu membacakannya. Ternyata Seung Jo tidak menjawab pernyataan cintanya, tapi justru memberi nilai pada surat itu.

Dan nilainya saudara-saudara adalah : D- (D Minus)

Tidak ada usaha sedikitpun dari Seung Jo untuk menyembunyikan cemoohan-nya pada apa yang telah dilakukan Ha Ni. Terlihat jelas di wajah Seung Jo, dan untuk menambah penghinaan bagi Ha Ni, Seung Jo berkata : Maaf, tapi aku benci gadis bodoh!

Semua murid mendengarnya. Mata Seung Jo terlihat dingin dan sinis. Ha Ni merasa malu dan hancur perasaan-nya, ia tidak bisa berkata apa-apa.

Tepat saat itu, Bong Joon Gu yang mendengar keributan itu datang bersama pengiringnya, anak-anak yang memiliki nilai terendah di kelas, tapi punya musikalitas tinggi.

Joon Gu berhadapan dengan Seung Jo dan ia ingin Seung Jo minta maaf pada Ha Ni.

Mungkin Joon Gu pikir dia adalah John Travolta kali hehe

Seung Jo : Minta maaf? untuk apa? karena aku mengoreksi ejaan-nya yang salah?

Joon Gu tidak sabar lagi dan ia memutuskan untuk menyerang Seung Jo. Joon Gu mengayunkan tangannya, tapi Seung Jo menghindar dengan cepat, tetap kalem, bahkan dengan tangan masih di sakunya! (wah Ji Hoo sunbae...)

Joon Gu tetap ingin cari perkara dengan Seung Jo tapi Seung Jo memandangnya dengan pandangan : Lebih baik jangan cari perkara denganku!

Kepala Sekolah datang dan melerai mereka. Kepala Sekolah langsung menyalahkan Joon Gu dan menyuruh Joon Gu ke kantornya. (Ini nih..kebiasaan guru yang tidak adil, tidak tanya dulu, tapi cenderung menyalahkan murid dengan ranking rendah..sigh..)

Setelah Kepala Sekolah pergi bersama Joon Gu, Seung Jo menunjuk ke arah papan yang ditempatkan di ruang istirahat, yang menunjukkan hasil tes.

Ha Ni dan semua teman-nya ada di posisi warna ungu, yang terendah. Sedang kan Seung Jo menunjuk ke diagram kedua, yang menunjukkan 50 murid yang memiliki nilai tertinggi dan berhak masuk ke ruang belajar istimewa setiap bulan.

Seung Jo menyindir Ha Ni dan berkata Ha Ni hanya menyia-nyiakan waktunya daripada benar2 memikirkan masalah yang penting : Aku benci gadis yang tidak punya pikiran.

Ha Ni benar2 putus asa, karena kenyataan-nya, dia memang ada di tingkat terendah. Seung Jo berbalik dan dengan dingin jalan meninggalkan mereka.

Ha Ni frustrasi, tapi ia menyalurkan frustrasinya dengan lari keliling sekolah. Setelah puluhan kali lari, Ha Ni kecapaian dan ia terjatuh di tangga batu.

Joo Ri mengeluh, Ha Ni-ah kau sudah lari 34 kali, berhentilah.

Ha Ni mengulurkan tangan dan berkata kurang 2 kali lagi, dan ia terus lari. Ha Ni jatuh lagi dan nafasnya terengah engah.

Min Ah mendekat dan mengulurkan tangannya, lalu Joo Ri juga, sudahlah, ayo berdiri. Mereka membantu Ha Ni dengan menggandeng tangan Ha Ni dan lari bersama! wow..sweet..

Berita tentang surat cinta Ha Ni yang ditolak Seung Jo tersebar ke seluruh penjuru sekolah. Semua bergosip tentang Ha Ni. Membuat Ha Ni jadi bahan tertawaan.

Bahkan ketika di kantin, saat mereka antri makanan, teman-teman Ha Ni juga berdiri sambil bergosip. Ha Ni jalan ke ibu kantin dengan wajah tertunduk. Ibu Kantin kasihan dengannya dan memberikan nasi yang banyak untuk Ha Ni.

Ha Ni kaget, banyak sekali? Ibu Kantin berkata, makanlah yang banyak, kau perlu energi. Orang Korea suka sekali gosip ya, bahkan ketika Ha Ni di toilet, ia juga digosipkan oleh 2 orang bibi yang membersihkan toilet! What?

Ha Ni dan ayahnya akhirnya masuk ke rumah baru mereka yang selesai di renovasi. Keduanya membongkar barang2 mereka. Ayah menyadari Ha Ni murung dan menebak kalau pengakuannya tidak berjalan dengan lancar.

Ayah Ha Ni mencoba menghibur putri tunggalnya. Ayah menemukan sesuatu dari masa kecil Ha Ni, yaitu cetakan tangan orang tua Ha Ni bersama dengan cetakan tangan dan kaki Ha Ni ketika bayi. Cetakan itu membuat Ha Ni ceria lagi.

Ketiga teman Ha Ni, Joo Ri, Min Ah, dan Joon Gu datang untuk merayakan kepindahan mereka. Ketiganya mengagumi rumah Ha Ni yang luas dan lantai dua yang baru selesai dibangun.

Mereka semua duduk makan dan menikmati masakan ayah Ha Ni yang lezat (Kang Nam Gil menjadi ayah yang pinta masak lagi hehe, sebelumnya ia jadi ayah Chae Kyeong yang juga pintar masak). Ayah mengeluh mengapa Ha Ni tidak mengikuti bakatnya dalam memasak.

Joon Gu berkata agar ayah tidak perlu khawatir, ia nanti yang akan mengurus mereka berdua. cie..

Teman-teman Ha Ni yang lain menertawakan Joon Gu yang terlalu percaya diri. Joon Gu jadi malu dan membenturkan kepalanya ke tembok yang...membuat serangkaian retakan demi retakan..dan hancurlah rumah Ha Ni!

Ternyata ada gempa bumi yang melanda daerah itu, anehnya, rumah-rumah yang lain hanya bergetar biasa saja dan tetap utuh tidak kurang apapun, tapi rumah Ha Ni..hancur.

Paginya, ketika Ha Ni berangkat sekolah dengan teman-temannya, seorang wanita misterius terus mengambil gambar Oh Ha Ni. Anak-anak yang melewati Ha Ni terus melihatnya dan berbisik-bisik.

Akhirnya Ha Ni tahu alasannya, Joon Gu dengan microphone mengumumkan bencana yang dialami Ha Ni dan keluarganya dan ia meminta sumbangan pada semua teman-nya.

Ha Ni tahu Joon Gu bermaksud baik, tapi ia benar2 merasa malu. Ha Ni, Min Ah dan Joo Ri harus mengendap-endap agar tidak terlihat teman-temannya.

Sayangnya, Joon Gu sudah melihat Ha Ni dan menariknya mendekat, dan terus saja berbicara lewat mic untuk meminta sumbangan. Tepat pada saat itu Seung Jo lewat.

Ha Ni memilih tidak mempedulikan Seung Jo. Tapi Joon Gu justru menyalahkan Seung jo untuk apa yang terjadi.

Seung Jo berkata, gempa bumi yang sudah menghancurkan rumahnya.
Joon Gu membalas, iya itu benar, tapi kau bersalah karena membuat gempa bumi dalam hatinya dan melukai hatinya! wow..Joon Gu..

Seung Jo merogoh kantungnya dan mengeluarkan dua lembar uang, 20 ribu Won (sekitar 200 ribuan) dan hendak memasukkannya ke kotak sumbangan yang disiapkan Joon Gu. Ha Ni melihat itu dari balik pilar dan ia merasa terhina.

Ha Ni : Aku tidak akan mengambil uangmu, aku tidak membutuhkannya.
Seung Jo : Baik, aku menghargainya. Seung jo memasukkan uangnya kembali ke dompetnya dan akan pergi. Ia sama sekali tidak terpengaruh.

Ha Ni kesal dan ia marah : siapa kau? memandang rendah orang seperti itu? Aku yakin, bagimu semua anak di sini terlihat idiot, kan? Kau pikir kau bisa mengejek kami. Apa kau begitu hebat? Jadi IQ-mu tinggi? Kau siswa yang baik? Kau tampan dan tinggi!

Ha Ni nekat : Aku juga bisa melakukan-nya! aku hanya tidak mau repot-repot belajar!

Seung Jo : Buktikan itu.
Ha Ni menelan ludah, ia berkata akan mendapatkan nilai tinggi di ujian mendatang dan akan mendapat tempat di ruang belajar istimewa itu.

Semua kaget mendengarnya, Seung Jo juga tidak percaya Ha Ni bisa melakukannya, Seung Jo bahkan berkata jika memang bisa maka ia akan menggendong Ha Ni di punggung satu kali keliling sekolah.

Ha Ni sebenarnya bersorak dalam hati tapi ia tetap berusaha kalem, dan berkata setuju.

Peristiwa gempa bumi itu disiarkan televisi, dan dalam satu siaran, ayah Ha Ni juga di-shoot. Teman lama ayah Ha Ni melihatnya dan kaget, ia langsung menghubungi temannya itu dan memintanya tinggal di rumahnya untuk sementara. Sampai mereka mendapatkan tempat tinggal baru.

Ayah Ha Ni senang sekali, karena akan bertemu kembali dengan sahabat lamanya, mereka sudah kehilangan kontak ketika keluarga itu pindah ke Seoul.

Ha Ni dan ayahnya tiba. Ha Ni mengagumi rumah mereka yang besar, ayah..temanmu itu pasti orang kaya.

Ha Ni dan ayahnya disambut dengan hangat oleh teman ayah Ha Ni. Teman ayah bernama Su Chang dan istrinya bernama Geum Hee, masih muda dan cantik, juga ramah dan langsung menyayangi Ha Ni.

Su Chang berkata kalau Ha Ni jauh lebih cantik dari fotonya. Geum Hee mengaku ia sangat ingin tahu mengenai Ha Ni dan ia tidak tahan, akhirnya Geum Hee mencari Ha Ni di sekolah. Ha Ni menyadari, Geum Hee adalah wanita aneh yang mengambil gambarnya tadi pagi.

Geum Hee lalu memanggil anaknya untuk membantu membawakan barang2 bawaan Ha Ni dan ayahnya ke dalam rumah.

Ha Ni keluar dan mengeluarkan koper-koper dari mobil dengan gembira. Ha Ni mendengar seseorang mendekat dan tanya, apa kau perlu bantuan? Ha Ni merasa ah itu pasti putra Ny. Baek yang dipanggil tadi dan Ha Ni berbalik...lalu terdiam.

Kemudian Ha Ni teriak! Seung Jo berdiri di depannya! Ha Ni mengontrol nafasnya dan juga rasa terkejutnya, kau! kau..apa yang kau lakukan disini?

Seung Jo : Aku tinggal disini, ini rumahku.

Ibu Baek memanggil dari speaker: Seung Jo, Ha Ni, ayo masuk ke rumah!

Ha Ni terpana, ia tidak percaya, ia akan tinggal serumah dengan Baek Seung Jo! tapi sampai kapan...?

sinopsis dong yi episode 54

Dong Yi lari melindungi Yeoning dari tebasan pedang pembunuh kiriman Jang Hee Jae. Sebuah pisau terbang melesat dan mengenai lengan pembunuh itu. Cha Cheon Soo datang.

Dong Yi menutupi Yeoning. Cha Cheon Soo menjatuhkan pembunuh itu, pasukan berdatangan dan pembunuh itu melarikan diri. Cha Cheon soo lari ke sisi Dong Yi dan panik melihat Dong yi yang setengah sadar, Yang Mulia!!

Yeoning menangis, Paman..Ibu dia..Ibu dia..Cha Cheon Soo teriak, panggil tabib istana, segera!!

Dong Yi setengah sadar di lengan Cha Cheon Soo, Orrabuni!! P. Yeoning, dimana P. Yeoning....Dong yi pingsan karena kehilangan banyak darah. Cha Cheon Soo panik sekali.

Seo Yong gi langsung menutup semua akses keluar istana, temukan pembunuh itu, jangan ijinkan satu nyawapun keluar dari istana, mereka pasti belum jauh!! Han Jang Bu dan Hwang Jung Gu mengerti dan langsung mengerahkan semua anak buah mereka.

Pembunuh itu mencoba cari jalan keluar, mereka berkata kita tidak boleh tertangkap, jika kita tertangkap, kita harus bunuh diri, jangan sampai ditangkap hidup2. Anak buahnya mengerti.

Sementara itu di tengah kobaran api istana Putera Mahkota, Sukjong mendapat laporan kalau PM Yun ternyata ada di perpustakaan dan dia selamat. Sukjong lega sekali. Tapi Do seong Ji bergegas ke istana PM Yun dan lapor kalau ada insiden di Bo Gyeong Dang.

Do Seong Ji : Cheon Na!! Cheon Na, anda harus segera ke Bo Gyeong Dang!!
Sukjong : Ada apa?
Do Seong Ji : Mereka bilang Yang Mulia SukBin kritis kondisi-nya dan nyawanya dalam bahaya!
Sukjong bagai disambar petir, apa? Suk Bin!!!

Di Bo Gyeong Dang, Dong Yi pendarahan berat, ia berjuang untuk tetap sadar, perawat istana berusaha menghentikan pendarahan Dong Yi. Cha Cheon Soo sudah gelisah tidak karuan.

Han Lian Cao dan Huang Lian Jie Du Tang

Perawat istana : Tuan, dia kehilangan banyak darah, lukanya terus mengeluarkan darah.
Tabib istana : Siapkan tonik obat Hwang Ryeon Duk Dang secepatnya!!

Cha Cheon Soo bingung, tidak berhenti pendarahan, apa maksudnya?
Tabib istana menjelaskan luka pedangnya mengenai arteri, jika terus seperti ini, maka nyawanya akan terancam. Cha Cheon Soo kaget sekali. Apa??

Sukjong tiba, dia langsung masuk dan terkejut melihat kondisi Dong Yi. Dong yi-ah! Dong Yi-ah! Apa yang terjadi disini?? Apa yang sebenarnya terjadi??? Sukjong kelihatan panik. Dong Yi-ah!!

Cha Cheon Soo berdiri termangu di luar Bo Gyeong Dang dia murka. Shim Yun Taek menemuinya, Cha Cheon soo bersumpah, aku tidak akan melepaskan mereka, ia mencengkeram erat pedangnya dan dia bergegas pergi.

Dong yi masih berjuang, Tabib istana terus memberi perintah pada anak buahnya untuk menyiapkan tonik obat. Tabib keluar untuk menyiapkan rempah obat.
Sukjong mendekati Dong Yi dan menggenggam tangan-nya. Dong Yi!! Apa kau bisa mendengar suaraku? Dong Yi!!
Dong Yi : Yang Mulia..
Sukjong berseru, bertahanlah Dong Yi kumohon bertahanlah, kau harus bertahan...

Sementara itu Jang Hee Bin menunggu hasilnya.

Pembunuh menyelinap dan melihat kalau jalan keluar sudah ditutup semua. Mereka ingin mencari jalan lain. Mereka mencoba bergabung dengan rakyat agar tidak ketahuan. Mereka pura2 protes dan minta penjaga membuka gerbangnya. Tapi penjaga tidak melakukannya. Pembunuh itu berkeras untuk dibukakan pintu.

Cha Cheon Soo datang dan berteriak, tahan! lalu ia mengenali mereka, kalian tidak akan bisa pergi dari istana!! Cheon Soo memerintah anak buahnya menangkap mereka. Orang2 menyingkir dan memberi jalan. Pembunuh itu pura2 menyangkal, mereka bukan orang yang dimaksud.

Cha Cheon Soo menghunus pedangnya, kalian mengenakan sepatu Mo Ma Hae, tangkap mereka yang mengenakan sepatu itu!! pembunuh itu berusaha melawan. Cha Cheon Soo menjatuhkan mereka satu per satu.

Seorang pembunuh akan bunuh diri dengan menelan sesuatu, tapi Cha Cheon Soo berhasil menahan-nya dengan sarung pedangnya (keren...ah aku suka Kung fu..) lalu menarik bajunya, Kau belum boleh mati dulu! sebelum kau mengatakan siapa dalangnya, kau tidak diijinkan mati!!! Cha Cheon Soo sangat murka.

Jang Hee Jae mendapat laporan kalau pembunuh itu gagal melarikan diri. Bahkan tertangkap hidup2. Mereka ditangkap oleh pasukan Uigyeombu sebelum bisa bunuh diri. Jang Hee Jae sudah pasrah.

Jang Hee Jae pergi ke Chwi Seon Dang dan minta Jang Hee Bin segera pergi menyelamatkan diri. Yang Mulia! anda harus segera lari dari istana segera!
Jang Hee Bin ragu, ia lebih tertarik dengan hasilnya, katakan..bagaimana dengan Suk Bin? Apa ia mati?

Jang Hee Jae tidak menjawabnya dan terus mendesak adiknya pergi. Tapi Hee Bin berkeras, apa Suk Bin dan P. Yeoning sudah mati? aku tanya bagaimana mereka sekarang? Jang Hee Jae terlihat menyesal.
Cha Cheon Soo kembali ke Bo Gyeong Dang. Shim Yun Taek menyambutnya, kau sudah menangkap mereka? Seo Yong Gi berkata sudah, kita mendapatkan mereka hidup2. Cha Cheon Soo menanyakan Dong yi pada Shim Yun Taek.

Shim Yun Taek tidak bisa menjawabnya.

Dong Yi sudah stabil dan Tabib istana membaca denyut nadi DOng Yi lalu berkata pada Sukjong : Sudah baik, Cheon Na..Yang Mulia Suk Bin sekarang stabil kondisinya dan sudah keluar dari bahaya, pendarahan-nya sudah berhenti.

Sukjong terlihat lega. Tabib istana mengundurkan diri (canggih juga pengobatan Joseon ya). Sukjong mendekati Dong Yi dan menggenggam tangannya. Dong Yi sadar dan membuka matanya, yang pertama di tanyakan adalah P. Yeoning, dimana dia Cheon Na?

Ae Jung berusaha menahan Yeoning yang marah dan ingin melihat ibunya. Minggir!! aku harus ke Bo Gyeong Dang!! Aku harus melihat ibu!!

Ae Jung melarang Yeoning, karena istana belum aman tapi Yeoning menangis, Ae Jung..Ibu melakukan ini demi aku..Ibu!!!

Sukjong datang dan memanggil anaknya, Pangeran Yeoning! Yeoning langsung memberi salam.

Sukjong mendekati Yeoning yang ketakutan dan Yeoning menangis, Ah Ba Mama! Ibu tidak sadar..Ibu..dia..dia..Sukjong menenangkan Yeoning.

Sukjong berdiri di luar Bo Gyeong Dang dan menggenggam baju Tang yi milik Dong Yi yang berlumuran darah. Sukjong bertanya pada Cheon Soo, apa kau bilang? pembunuh itu adalah anak buah Jang Hee Jae?

Cha Cheon Soo terlihat ragu. Sukjong teriak : Do Sa!! (jabatan Cheon Soo)

Cha Cheon Soo membenarkan. Sukjong menggenggam baju Dong Yi dengan marah, bawa mereka ke hadapanku..Do Sa..segera tangkap mereka dan bawa mereka ke hadapanku!!

Cha Cheon Soo membungkuk dan pergi. Sukjong marah besar.

Dong yi sudah berusaha duduk. Bong Sang gung melarangnya tapi Dong Yi tetap duduk, bawa Pangeran Yeoning menemuiku. Aku harus memastikan kalau ia tidak terluka dengan mataku sendiri.

Yeoning masuk dan menemui ibunya. Dong Yi mengulurkan tangan dan memeluk anaknya. Yeoning lari dan duduk di dekat ibunya. Ibu..apa Ibu tidak apa-apa?

Dong yi tanya apa Yeoning tidak apa-apa, Ae Jung-ah!! Ae Jung menenangkan Dong Yi kalau Yeoning baik2 saja. Keduanya saling mencemaskan dan Dong yi lega sekali, ia memeluk Yeoning, oh terima kasih..terima kasih.

Jang Hee Jae masih membujuk Hee Bin untuk pergi. Jang Hee Jae sudah siap. Tapi dengan dingin Hee Bin menolaknya, aku tidak akan meninggalkan istana. Jang Hee Bin berkata kakaknya lari sendiri saja dan tetaplah hidup. Jang Hee Jae kaget sekali.

Cha Cheon Soo dan anak buahnya sudah sampai di Chwi Seon Dang dan mengepung kediaman Hee Bin.

Jang Hee Jae kaget, saya harus lari, meninggalkan ibu dan Yang Mulia sendirian? Hee Bin berkata ia tidak akan lolos, tapi Jang Hee Jae harus tetap selamat dan hidup, lalu kakak bisa menjaga PM Yun.

Jang Hee Jae menolak, orang yang bisa menjaga PM Yun adalah Jang Hee Bin. Jang Hee Bin mencoba meyakinkan kakaknya yang keras kepala. Hee Jae berkata sejak semula ia sudah mengantisipasi kalau ia tidak akan meninggalkan istana hidup-hidup.

Jang Hee Jae ingin mengawal Hee Bin pergi dan dia yang akan bertanggung jawab untuk segalanya, tapi Hee Bin harus hidup. Hee Bin harus melihat dan menyaksikan sendiri PM Yun jadi Raja dan tanya apa Hee Bin sudah jelas?

Cha Cheon Soo tiba dan ia teriak: Apa penjahat Jang Hee Jae di dalam!!!

Jang Hee Bin shock, pasukan sudah tiba. Orrabuni? Jang Hee Jae sudah pasrah dan Cha Cheon Soo masuk ke Chwi Seon Dang bersama pasukan-nya, tangkap penjahat Jang Hee Jae segera!!

Pasukan segera menyeret pergi Jang Hee Jae. Jang Hee Bin berteriak memanggil kakaknya, tapi pasukan menghalanginya, Jang Hee Bin teriak Minggir!! aku bilang minggir!!

Cha Cheon Soo : Yang Mulia, anda sekarang dilarang meninggalkan Chwi Seon Dang selangkahpun, tidak akan lama kami akan memanggil anda juga, Yang Mulia. Kita pergi!!!

Cha Cheon Soo pergi dan Jang Hee Bin jatuh lemas di lantai, ia menangis. Cha Cheon Soo memerintah, tidak seorangpun yang tidak membawa ijin diperbolehkan masuk ke Chwi Seon Dang, mengerti! Anak buahnya mengerti.

Jang Hee Bin meratap sendirian di Chwi Seon Dang.

Shim Yun Taek menghadap Sukjong dan memperlihatkan semua bukti yang dimiliki Dong Yi, boneka jerami, papan nama Ratu Inhyeon : Klan Yeoheung Min dan belati Jang Hee Jae.

Sukjong mengambil boneka jerami itu dan papan nama Ratu Inhyeon. Sukjong tertegun dan kaget, lalu ia marah. Shim Yun Taek lapaor kalau kedua saudara Jang sudah menggunakan sihir untuk mencelakai Ratu Inhyeon dan ini adalah pelanggaran yang serius.

Shim Yun Taek menjelaskan kalau Dong Yi tahu itu tapi ia memikirkan Putera Mahkota Yun dan menemui Jang Hee Bin untuk mengadakan barter untuk memberikan kesempatan pada mereka tapi sebaliknya mereka justru berusaha membunuh Dong yi dan P. Yeoning. Sukjong tidak percaya ini terjadi.

Malam hari di Bo Gyeong Dang, Dong Yi mengingat apa yang terjadi dan ini sudah mengancam nyawa P. Yeoning. Dong Yi berjanji, kali ini dia tidak akan mengampuni Jang Hee Bin. Yang Mulia..tidak lagi, saya tidak akan mengampuni anda lagi Yang Mulia. Tidak ada ampun lagi.

Hwang Ju Shik mencemaskan kondisi Dong Yi dan ia marah sekali dengan Jang bersaudara. Yeong Dal berkata mereka akan membayar apa yang sudah diperbuat. Semua yang terlibat sedang menunggu penghukuman. Hwang Ju Shik marah sekali dengan Jang Hee Bin sampai ia mencekik Yeong Dal untuk pelampiasan.

Sukjong menghadapi Dewan Istana

Sukjong : Kemarin malam, ada insiden di istana, insiden yang tragis terjadi di istana, lagipula insiden ini dengan berani mengancam anggota Keluarga Raja dan Dewan istana tidak ada kata yang bisa menggambarkan betapa kejinya masalah ini dan mereka akhirnya berniat mencelakai dinasti ini.

Sukjong : Waktu lalu, kejahatan pembakaran kediaman Suk Bin dengan niat membunuh Suk Bin dan Pangeran Yeoning, lalu menggunakan sihir ingin mencelakai mendiang Ratu Inhyeon lalu untuk menyembunyikan kejahatan menjijik-kan mereka, mereka ingin membunuh Choi Dong Yi dan Pangeran Yeoning. Siapapun itu, aku akan melakukan apa saja untuk mengungkapkan kejahatan mereka ke publik dan siapapun yang bersalah, pasti akan kuhukum dan tidak akan dibiarkan hidup. Tanpa kecuali.

Dewan istana terdiam.

Jang Hee Bin merenung di Chwi Seon Dang, ia ada di dalam tahanan rumah.

Jang Hee Jae dan Ny. Yoon diinterogasi. Jang Hee Jae berkeras kalau Jang Hee Bin sama sekali tidak tahu masalah ini. Meskipun kalian memotongku satu persatu, aku tidak akan mengatakan hal yang sama dan aku tidak akan mengatakan apa-apa. Pemeriksa melanjutkan penyiksaan. Jang Hee Jae teriak keras sekali.

Sukjong merenung, ia harus membuat keputusan. Seo Yong Gi menemui Sukjong, Cheon Na?

Sukjong : Lanjutkan untuk menanyai Hee Bin di Chwi Seon Dang... lanjutkan pemeriksaan.

Seo Yong Gi membungkuk dan pergi. Kasim Han juga merasa sedih. Putera Mahkota Yun dengan rombongan memanggil ibunya.

Jang Hee Bin keluar dari Chwi Seon Dang menuju Uigyeombu. Cha Cheon Soo memerintah anak buahnya untuk mengawal Jang Hee Bin. Hee Bin minta mereka tidak menyentuhnya, minggir, aku akan jalan sendiri!

Dong Yi bisa duduk dan Bong Sang Gung masuk untuk lapor kalau Jang Hee Bin dibawa ke ruang interogasi. Dong yi mengerti.

Jang Mu Yeol melihat Hee Bin dari kejauhan. Semua staf minggir untuk memberi jalan.

Jang Hee Jae dan ibunya disiksa. Seo Yong Gi berkata untuk menghentikan siksaan, dia berkata tidak ada gunanya karena semua sudah berakhir. Tidak ada yang bisa menyembunyikan kejahatan Jang Hee Bin.

Jang Hee Jae berkata kalian yang membuang2 tenaga, apa kalian pikir kalau kalian bersikeras untuk menyiksa, maka kami akan mengaku melawan Jang Hee Bin.

Seo Yong Gi berkata, kami akan membawa Jang Hee Bin ke sini. Jang Hee Jae terkejut. Jang Hee Bin masuk dikawal Cha Cheon Soo ke lokasi interogasi.

Hee Bin shock melihat kondisi ibu dan kakaknya. Ny. Yoon berteriak memanggil anaknya. Hee Bin lari melihat kondisi ibu dan kakaknya. Jang Hee Jae murka, beraninya kalian menahan Jang Hee Bin dan membawanya ke ruang interogasi. Jang Hee Jae berteriak kalau dia tidak akan memaafkan mereka, kalau aku mati, aku akan menghantui kalian, aku tidak akan melepaskan kalian.

Seo Yong Gi membentak : tutup mulutmu! Lanjutkan pemeriksaan!
Ny Yoon : Bunuh saja aku!
Jang Hee Bin : hentikan! beraninya kalian menyentuh keluargaku! Aku ini Hee Bin dan Ibu kandung Putera Mahkota, beraninya kalian menyiksa anggota keluargaku!

Seo Yong Gi mengingatkan ini lokasi pemeriksaan, dan Hee Bin juga dicurigai terlibat kejahatan, inilah mengapa Hee Bin dibawa ke sini.

Hee Bin : Penjahat..ya, maka penjahatnya adalah aku. Benarkan!!! aku tahu dan mengetahui semuanya, karena aku yang memerintahkannya, aku yang mencari peramal dan terlibat dalam sihir, untuk mengutuk Ratu Inhyeon..akulah yang membayar orang untuk membakar kediaman Suk Bin, juga aku yang minta pembunuh untuk menyusup ke istana dan mencoba membunuh Suk Bin dan Pangeran Yeoning, apa kau mengerti..yang ingin membunuh Ratu Inhyeon dan juga Suk Bin dan P. Yeoning adalah aku..

Jang Hee Jae dan Ny.Yoon teriak : Yang Mulia!!

Jang Hee Bin : Apa itu benar!! jadi tangkap aku..lepaskan ibu dan kakak-ku segera!

Jang Hee Jae teriak, semua ini kesalahan-nya sendiri, semuanya. Ny. Yoon juga melakukan yang sama, ia yang salah, semua salahnya. (keluarga ini kompak juga)

Jang Hee Bin : Kalian semua sudah membuang waktu untuk mendakwaku, akulah orangnya, jadi tangkap aku segera..bebaskan ibu dan kakak-ku..cepat!! segera!!

Sukjong membentak : Hee Bin!

Jang Hee Bin menoleh, Sukjong mendekat. Jang Hee Bin diliputi kemarahan.
Sukjong : Hee Bin!

Jang Hee Bin : Ya Cheon Na..apa anda ingin tahu kebenaran? Untuk menjadi Ratu, saya ingin membunuh Ratu Inhyeon, untuk melindungi Putera Mahkota Yun, saya merancang pembunuhan untuk Suk Bin dan P. Yeoning, apa ini membuat anda puas? Apa anda sekarang puas dengan jawaban saya..Cheon Na!!!

Sukjong berdiri diluar Uigyeombu, ia terpukul setelah pengakuan Hee Bin dan Kasim Han harus menahan Sukjong yang terhuyung.

Jang Hee Bin jatuh terpuruk di tanah dan menangis tidak terkendali, ia sudah menggali kuburnya sendiri.

Sementara ibu dan kakaknya sudah pasrah.

Putera Mahkota Yun datang ke Uigyeombu dan ingin masuk menemui ibunya. PM Yun berhasil menerobos masuk dan ingin bertemu ibunya. Pengawal minta PM Yun kembali, tapi tidak digubris dan langsung masuk mencari ibunya.

Jang Hee Bin terperanjat mendengar kalau PM Yun berusaha menemuinya. PM Yun masuk dan terisak. Eomeoni!
Hee Bin : PM Yun?

PM Yun : Ibu...kumohon jangan mengampuni anakmu ini..Ibu, semuanya adalah kesalahanku...ibu sudah menderita seperti ini, ini semua karena dosaku.
Hee Bin : Kumohon pergilah..Putera Mahkota Yun...ini bukan tempat yang bisa kau datangi.
PM Yun : Ibu?
Hee Bin: Apa kau tidak mengerti? jika kau melakukan ini..tidak ada jaminan keselamatanmu.
PM Yun : Saya ingin ikut terlbat juga..Ibu sudah seperti ini karena kesalahanku.

Hee Bin : Tidak..tidak seperti itu PM Yun, lihat Ibu sekarang, PM Yun..kau harus patuh dengan kata-kataku, kau harus bertahan, kau harus teguh, PM Yun, partai Soron di dewan istana akan menjagamu jadi kau tidak boleh menyerah. PM Yun kau harus naik takhta apapun yang terjadi.

PM Yun : Ibu!

Hee Bin : Demi menjagamu PM Yun, ingatlah apa yang sudah ibu lakukan untukmu jadi PM Yun kau harus tetap hidup dan bertahan dan teguh dan kau akan naik takhta negeri ini. Berjanjilah padaku kau tidak boleh menyerah..Raja..jadilah Penguasa dan ini akan meringankan penderitaan Ibu, apa kau akan bisa berjanji pada Ibumu..PM Yun..kau harus..kau harus berjanji pada Ibu kalau kau bisa melakukannya.

PM Yun menangis dan Jang Hee Bin menghiburnya, ia memeluk putranya mungkin untuk yang terakhir kalinya.

Sementara itu, di Bo Gyeong Dang...
P. Yeoning tanya apa benar kalau Hee Bin Mama yang ingin membunuh mereka, apa benar Ibu?

Dong Yi tidak tahu bagaimana cara menjelaskan pada Yeoning yang masih kecil. Yeoning terus tanya mengapa? mengapa dia ingin membunuh kita ibu? Apa kesalahan saya, Ibu?
Dong Yi berkata tidak bukan begitu Geum ah..

Yeoning : Tapi benar kalau Hee Bin membenci saya, dia ingin membunuh saya kan? Para staf istana PM Yun bergosip kalau saya ingin meraih posisi Pangeran Penerus, jadi itulah mengapa Hee Bin Mama melakukan ini pada kita, tapi itu tidak benar. saya tidak pernah punya pikiran seperti itu, Ibu.

Yeoning tidak bisa mengerti, ibu yang mendorong saya untuk membangun hubungan dengan PM Yun mengapa Hee Bin Mama memperlakukan saya seperti itu mengapa..

Dong Yi meminta Yeoning mendekat dan ia memeluk Yeoning, hanya itu yang bisa dilakukan Dong Yi untuk pangeran kecilnya.

P. Yeoning kembali ke kamarnya dan menangis terisak-isak. Dong Yi memegang dadanya yang sakit karena pedang, lalu ia memutuskan untuk pergi keluar. Dong Yi ganti baju dan memutuskan untuk menemui Hee Bin.

Bong Sang Gung melarangnya, Yang Mulia? Tidak, anda tidak boleh melakukannya, kesehatan anda masih belum pulih, anda ingin kemana?

Dong Yi : Aku harus menemui Yang Mulia, ada yang ingin kutanyakan padanya dan aku ingin mendengar sendiri darinya. Apa alasannya ingin membunuh P. Yeoning dan aku, mengapa ia harus melakukan itu mengapa tidak ada jalan lain untuknya, itu alasannya. aku harus tahu Bong Sang gung.

Dong yi sampai di Uigyeombu dan bertemu Hee Bin.

Jang Hee Bin : Ini benar2 mengejutkan, kau datang menemuiku. Apa kau ingin melihat betapa menyedihkan-nya aku? Jika bukan itu mungkin kau akan berpikir aku akan menyerah dan berlutut di depanmu dan memohon pengampunan darimu?

Dong Yi : Iya, Yang Mulia!! paling tidak saya harus tahu alasan mengapa anda ingin P. Yeoning dan saya mati, mengapa harus melakukan itu? Saya sudah mengatakan kalau P. Yeoning tidak akan mengancam posisi PM Yun sebagai Pangeran Penerus, itu tidak akan terjadi, saya sudah mengatakan kalau saya punya harapan persaudaraan PM Yun dan P. Yeoning akan terus terjaga, saya sudah mengatakan dengan tulus, tapi mengapa? Apa yang membuat anda melakukan itu?

Jang Hee Bin : Apa kau ingin tahu? Itu karena aku tidak percaya politik, tidak percaya dengan intrik istana, tidak-kah kau mengerti? Yang kau katakan tidak penting, tapi yang lebih penting adalah kekuasaan dan otoritas, orang-orang yang disekitarmu akan menggunakan P. Yeoning sebagai target untuk menyerang PM Yun, akhirnya kau akan juga terlibat dengan hal2 seperti itu.

Jang Hee Bin : Kau berharap aku berlutut memohon pengampunan-mu..itu tidak mungkin, kepadamu, tidak ada satupun kesalahanku padamu, sehingga aku harus minta pengampunan-mu, apa sudah jelas? Penyesalanku hanyalah aku tidak bisa membunuhmu dan P. Yeoning dengan tanganku sendiri, itulah kegagalanku.

Dong Yi menghela nafas, pada akhirnya, harus seperti ini, seharusnya tidak perlu seperti ini..ada kesempatan untuk membalik ini ..ketika terakhir kali anda menemui saya, anda mengatakan tentang takdir? Siapa sinar dan siapa bayangan, takdir itu..Tidak itu tidak benar, Yang Mulia...di dunia ini tidak ada hal yang disebut takdir, semua dilakukan karena pilihan anda sendiri dan kesalahan anda sendiri. (yeah aku setuju, aku juga tidak percaya takdir dan ramalan, Dong yi..you're rock!! it's all about our own choice.)

Jang Hee Bin : apa katamu?

Dong Yi : Jadi jangan menjadi dengki dan menyalahkan pada ..politik..intrik istana..takdir atau apapun itu, saya mohon jangan menggunakan alasan2 untuk menyalahkan, Yang Mulia..sejujurnya masalah ini menjadi seperti ini, itu adalah pilihan Yang Mulia..tapi saya akhirnya menyadari dan mengerti, apapun yang terjadi, semuanya tidak akan bisa kembali lagi seperti semula.

Dong Yi meninggalkan Uigyeombu dan tiba-tiba dadanya sakit lagi. Bong Sang Gung segera mengantar Dong Yi pulang.

Jang Hee Bin merenung di Uigyeombu dan ingat kata-kata Dong Yi, di dunia ini tidak ada hal yang namanya takdir itu, semuanya dilakukan atas pilihan dan pekerjaan Jang Hee Bin sendiri.

Dong Yi sampai di Bo Gyeong Dang dan merasakan sakit lagi, pembicaraan-nya dengan Hee Bin sudah menguras tenaga.

Oh Ho Yang tanya apa kedua Jang akan dihukum. Ayahnya membenarkan, mereka akan membayarnya. Oh Ho Yang sedikit sedih dengan apa yang akan diterima Jang bersaudara, tiba2 mereka mencium sesuatu, itu bau apa? Keduanya keluar, ternyata Ny. Park sedang memanggang daging dan mengadakan jamuan untuk para tetangga dan teman2nya, ia gembira sekali karena sudah menyingkirkan Ny. Yoon.

Oh Tae Pung tidak mengerti, mengapa tiba2 mengadakan jamuan? Istrinya berkata ia senang karena Ny. Yoon dan Jang Hee Bin akan segera lapor di gerbang mutiara/akhirat. Jadi mereka harus berbagi kebahagiaan dengan semua orang.

Oh Ho Yang shock, Oh Tae Pung berkata bagaimanapun juga akan ada orang yang mati. Kau sudah berlebihan. Ny. Park berkata ia tidak berlebihan, aku akan mengadakan jamuan setiap hari sampai pada hari kepala mereka menggelinding dari balok pemotong. Kalau mereka sudah kehilangan kepala mereka, Ny. Park ingin menyaksikan-nya sendiri di lapangan pembantaian.

Oh Tae Pung menarik anaknya dan berkata ibumu itu akan menjadi orang yang akan menerima hukuman langit berikutnya, dia benar2 menakutkan. Sementara itu Ny. Park makan dengan hati riang.

Jeong Sang Gung menemui Yoo sang Gung dan berkata kalau Sukjong masih ragu2 dengan hukuman untuk Jang Hee Bin. Yoo Sang Gung mengerti, Sukjong tidak ingin mengulang tragedi Yeonsangun di masa lalu, tentu saja Baginda harus memikirkan-nya masak2.

(Tragedi Yeonsangun (1475-1506) adalah Raja ke-10 Joseon, sebelum ia menjadi Raja ada tragedi. Ibu Yeonsangun, Ratu Jeheon dari klan Yun dibuang dan diracun sampai mati oleh Ibu Raja Seongjong/nenek-nya sendiri. Yeonsangun menyaksikan kematian ibunya, ia juga menyaksikan betapa ayahnya ditekan oleh dewan istana, biarpun ia seorang Raja. Dua hal itu membuat Yeonsangun menjadi keras dan menyimpan dendam. Ketika Yeonsangun jadi Raja ke-10 Joseon, th 1494, dia menghapus semua hukum dan menjadi tiran. Semua yang melawan-nya dihukum, dibuang atau dihukum mati. Pejabat yang terlibat dalam kematian ibunya dihukum mati, termasuk nenek-nya sendiri Ratu Insu. Cerita-nya bisa disaksikan dalam drama SBS, 2008, The King and I, pemeran Jung Tae Woo dan Gu Hye Sun)

Jung Im berkata jika Ibu kandung PM Yun dihukum mati, maka bisa dikatakan PM Yun akan mengalami seperti apa yang terjadi pada Yeonsangun, PM Yun akan terpengaruh dengan kematian Hee Bin. Yoo Sang Gung berkata PM Yun telah berlutut di depan Injeongjeon dan belum juga pulang selama 3 hari, padahal dia lemah, Yoo Sang Gung takut PM YUn akan jatuh sakit. Jeong Sang Gung membenarkan.

PM Yun berlutut selama 3 hari di depan istana Sukjong dan memohon agar ayahnya mengampuni ibunya. (kasihan anak ini) Sukjong tanya, apa PM Yun masih diluar? Kasim Han membenarkan, dan bahkan Yang Mulia Putera Mahkota belum kembali dalam 3 hari dan tidak makan. Sukjong terlihat cemas.

Di kejauhan, P. Yeoning dan Kim Gu seon melihat ke arah PM Yun. Yeoning mencemaskan kakaknya, jika kakak terus seperti ini, ia akan jatuh pingsan dan sakit, apa yang harus ia lakukan?

Malam hari, PM Yun masih berlutut untuk memohon, tapi ia sudah tidak kuat lagi dan akhirya pingsan karena kelelahan dan kecapaian. Semua stafnya langsung membantu PM Yun.

Sukjong minta Do seong Ji mengatakan pada PM Yun kalau ia tetap tidak bisa mengampuni ibunya, belum selesai Sukjong bicara Kasim Ham masuk dan lapor kalau PM Yun jatuh pingsan.

PM Yun dibawa pulang dan Tabib istana langsung memeriksanya. Sukjong bergegas masuk dan memanggil anaknya, bertahanlah, sadarlah PM Yun! PM Yun tetap bergumam setengah sadar, agar ayahnya mengampuni ibunya.

Dong Yi terperanjat mendengar kalau PM Yun jatuh pingsan dan sedikit lega karena PM Yun tidak apa-apa, hanya kelelahan.

Tabib istana lapor, PM Yun akan segera sembuh. Sukjong mengangguk lega dan ia mengucapkan terima kasih pada tabib istana untuk usahanya. Sukjong dan Yun berbicara dari hati ke hati.

Sukjong mengaku ia juga tidak tahu apa yang harus ia katakan pada Yun. Masalah ini sangat membuatmu tergoncang dan menderita, jadi kau pasti tidak tahu betapa aku ingin ini berlalu saja, tapi PM Yun..ibumu, Hee Bin sudah terlibat kejahatan yang tidak bisa lagi diampuni, kejahatan yang tidak punya kesempatan untuk dimaafkan.

PM Yun terisak, Ah Ba Mama!
Sukjong minta maaf pada putranya, mohon maafkan aku kumohon kau bisa memberikan pengampunan pada ayahmu ini, yang hanya punya pilihan untuk membuat keputusan ini..kumohon maafkan aku PM Yun..

Maafkan ayah...PM Yun
Sukjong menemui Hee Bin.

Sukjong berkata awalnya, ia hanya menyalahkan Hee Bin, bagaimana kau bisa melakukan hal2 sekejam itu, kepada PM Yun, kepada semua orang, dan juga kepadaku, bagaimana kau bisa membuat kami semua seperti ini, tapi Sukjong berkata ia merenung dan tidak semua adalah salah Hee Bin, kebaikan dan integritas yang pernah ada di dalam dirimu, dan menjadi kau yang seperti sekarang, sebagian juga adalah kesalahan-ku, tapi aku tidak akan bisa memberimu pengampunan atas kesalahanmu, kau sudah terlalu jauh jadi aku akan memerintahkanmu untuk bunuh diri, ini adalah satu-satunya yang bisa kulakukan padamu sekarang.

Jang Hee Bin : Bunuh diri? Tidak Yang Mulia, saya tidak akan melakukan itu. Saya berharap untuk meninggal di tangan Yang Mulia, saya mohon jangan hukuman "Sayak" (minum racun)

Saya tidak punya rasa penyesalan sedikitpun atas apa yang saya lakukan. Jika waktu diputar ulang ke awal lagi, saya akan memilih jalan yang sama, tapi ada yang saya sesalkan, yaitu kalau saya benar2 pernah mencintai anda sepenuh hati, akan lebih baik kalau saya tidak mencintai anda.

Jika saya melakukan itu untuk mendapatkan cinta, maka saya tidak akan menginginkan dan serakah untuk memiliki segalanya, dan saya tidak akan membenci Suk Bin, jadi ini kesalahan saya, karena saya sudah memberikan hati saya untuk mencintai anda, ini adalah kejahatan yang akan saya bayar dan biarkan saya menebus kejahatan itu dengan cara seperti itu.

Sukjong : Ok Jung?
Jang Hee Bin : Yang Mulia! saya mohon, di tangan anda..habisi nyawa saya seperti itu..menggunakan tangan anda untuk mengambil nyawa saya. Saya yakin anda bisa melakukan-nya. Jika di masa lalu, anda pernah merasa suka dan senang bersama saya, maka sekarang anda juga akan merasakan penderitaan saya.

Sukjong kembali ke Daejeon dan ia duduk dengan linglung, lalu Sukjong menangis.

Jang Hee Bin juga menangis di Uigyeombu.

Paginya, Do seong Ji menghadap Sukjong dan berkata Dewan istana sudah berkumpul menanti Sukjong. Ae Jung lari dan lapor pada Dong Yi. Cha Cheon soo menemui Seo Yong Gi.

Sukjong menemui Dewan Istana. Hari ini aku datang untuk memerintahkan dan mengumumkan pada Dewan istana insiden di tahun Shin Sa (1701) bulan ke-10, akan kejahatan yang mencelakai anggota keluarga Raja, dan juga kejahatan yang membuat kerusuhan dan sentimen publik ...

Jang Hee Jae dan Ny. Yoon diseret keluar.

Sukjong : Kriminal Jang Hee Jae dan Ny. Yoon selama tahun2 lalu sudah terlibat dalam kejahatan serius dan ingin mencelakai anggota keluarga Raja dan kejahatan mereka tidak bisa diampuni, mereka menggunakan taktik sihir untuk mencelakai mendiang Ratu Inhyeon, juga ingin mencoba membunuh Suk Bin dan Pangeran Yeoning, bagaimana kita bisa membiarkan kejahatan seperti ini diampuni, jadi aku akan memberikan hukuman pada mantan Kepala Polisi Jang Hee Jae dan Ny. Yoon dan mereka yang terlibat dengan mereka, akan dihukum dengan pembuangan ke pulau terpencil agar publik tahu,

juga Jang Hee Bin, sebagai Ibu kandung Pangeran Penerus, gagal menjalankan kewajiban-nya sebagai ibu, tapi justru terlibat dalam berbagai intrik kejam, jadi dia juga terlibat kejahatan dan tidak bisa diampuni.

Seorang petugas meminta Jang Hee Bin meninggalkan Uigyeombu. Jang Hee Bin berjalan pergi.

Sukjong berkata jadi aku akan memberikan hukuman untuk Jang Hee Bin pada tahun Shin Sa bulan ke-10 hari ke-8, aku akan mencabut ijin-nya sebagai penghuni keputren dan menghukum-nya dengan hukuman "Sayak"

(Sayak adalah hukuman mati dengan minum racun dan biasanya untuk pejabat tingkat tinggi atau anggota keluarga Raja untuk menjaga agar tubuhnya tetap utuh selama dinasti Joseon. Kalau hukuman lain yang biasa adalah digantung, atau seperti Kang Moo, tubuhnya diikat di 4 penjuru dan ditarik, bisa dijatuhkan ke lobang penuh tombak, atau ditarik untuk dipecah2. Mirip2 Romawi, tapi kalau Romawi ditarik kuda ke-4 penjuru.)

Dewan istana shock, mereka bergumam. Kasim Han juga terperanjat, ia tidak menyangka.

Jang Hee Bin di Chwi Seon Dang dan mengenakan baju hitam putih keperakan, Jang Hee Bin bersiap untuk mengakhiri hidupnya.

(Prosesi Sayak : terdakwa mengenakan baju putih dan harus memberi hormat ke arah istana sebagai penghormatan terakhir pada Raja sebanyak 4 kali dan meminum racunnya)

Jo Sang Gung dan Yeong Sun juga diseret dari biro penyelidik internal dan mereka menangisi Jang Hee Bin dan berkata mereka tidak bersalah.

Dong Yi shock, apa katamu Jeong Sang Gung? Sayak? Jeong Sang Gung membenarkan. Kami baru saja menerima perintahnya.

Dong Yi : Kapan..kapan hukuman akan dijalankan
Jeong Sang Gung : Hari ini..Yang Mulia
Dong yi : Apa???
Jeong Sang Gung : Baginda sudah mengeluarkan perintah untuk menghukum mati Yang Mulia Jang Hee Bin hari ini, Yang Mulia.

Dong Yi mundur selangkah, ia shock.

Sinopsis Dong yi Episode 53

Dong Yi episode 53
Jang Hee Bin mendesak, darimana kau tahu masalah ini? Jawab aku, bagaimana kau tahu?

Dong Yi berkata kalau PM Yun mengunjungi Bo Gyeong Dang. Hee Bin terperanjat. Dong Yi berkata kalau PM Yun mengunjunginya dan mengatakan semuanya, kalau ia tidak pantas memegang jabatan Putera Mahkota dan PM Yun tidak akan membuat masalahnya mencelakai P. Yeoning, Dong Yi tanya, apa maksud PM Yun mengatakan itu pada saya?

Jang Hee Bin tidak percaya kalau PM Yun akan mengatakan semuanya pada Sukjong.

Daejeon...
Sukjong tanya apa maksud PM Yun, kalau kau sudah menyembunyikan penyakitmu?

Hee Bin dan rombongan-nya bergegas ke Daejeon, ia berkata sendiri, PM Yun tidak boleh mengatakan-nya pada Sukjong, tidak boleh.

Dong Yi juga bingung, bagaimana ini kalau PM Yun berniat mengatakan segalanya pada Sukjong.

PM Yun keluar dari Daejeon dan bertemu rombongan ibunya. Hee Bin memanggil Yun. Sementara Sukjong duduk di Daejeon dan terlihat linglung.

Jang Hee Bin tanya apa PM Yun mengatakan pada Baginda mengenai penyakit PM Yun? Yun diam saja, jadi benar.
PM Yun : Ibu sejak awal, kebenaran ini seharusnya diungkapkan, bagaimana Ibu bisa memilih untuk merahasiakan masalah ini, pada saya dan juga Ah Ba Mama.

Jang Hee Bin pucat pasi mendengarnya. Jadi kau benar sudah mengatakan penyakitmu pada Baginda? Jang Hee Bin stress, bagaimana PM Yun bisa melakukan ini, setelah apa yang ia lakukan untuk PM Yun. Ia ingin melindungi PM Yun, tapi bagaimana bisa kau mengatakan itu pada Baginda.

Hee Bin berkata ia sudah mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk merahasiakan penyakit dan menjaga PM Yun.

PM Yun marah pada ibunya, Ibu jangan lagi menggunakan alasan kalau apa yang ibu lakukan adalah untuk kebaikan-nya, jika Ibu berharap yang terbaik maka Ibu tidak seharusnya melakukan yang Ibu lakukan.

PM Yun berkata kalau dia adalah Pangeran Penerus negeri ini, aku tidak pernah sekalipun berpikir kalau aku tidak akan menjadi Penguasa negeri ini, kalau aku akan seperti Ah Ba Mama yang menjaga anak buahnya dan aku akan membangun negeri ini menjadi kuat dan akan dicatat dalam buku sejarah sebagai Raja yang hebat, aku ingin menjadi Raja yang bijaksana tapi Ibu sudah membuatku menjadi pendosa terhadap Keluarga Raja dan dinasti menjadi boneka yang tidak berguna dan mengerikan!

PM Yun langsung pergi meninggalkan Ibunya. Jang Hee Bin memanggil putranya dan ia ingin mengejar Yun hanya Hee Bin pusing dan akan pingsan. Jo Sang Gung memapahnya, ia mencemaskan kesehatan Hee Bin. Jang Hee Bin berkata sudah selesai..semuanya berakhir, semua akhirnya akan berakhir.

Sukjong berdiri termangu di dekat meja belajarnya, lalu jatuh terduduk di kursinya. Kasim Han juga mencemaskan Baginda. Sukjong teringat PM Yun mengaku kalau ia menderita impotensi.

Sukjong : Apa maksudmu kau menderita impotensi, bagaimana ini bisa terjadi padamu dan mengapa begitu tiba-tiba?

PM Yun : Tidak..ini tidak terjadi tiba-tiba Ah Ba Mama, saya menderita penyakit ini sudah beberapa bulan lalu, dan untuk mengobati penyakit ini saya sudah minum tonik obat beberapa lama.

Sukjong terperanjat : Apa katamu?
PM Yun : Saya tidak mampu mendapatkan keturunan dan melanjutkan generasi Ah Ba Mama..ini karena saya menderita penyakit ini, juga tanpa diketahui publik, obatnya datang dari luar istana Ah Ba Mama. Ibu mengambil obatnya dari luar istana karena dia takut akan penyakit saya. Jadi saya mohon ampunilah tindakan ibu dan Ibu tidak bermaksud untuk menyembunyikan masalah ini selamanya hanya untuk sementara.

Sukjong tidak tahu apa yang harus ia katakan, setelah PM Yun meninggalkan Daejeon, ia bergumam, bagaimana bisa..bagaimana Putera Mahkota bisa menderita impotensi, bagaimana ini bisa terjadi...

Cha Cheon Soo bertemu Shim Yun Taek di Bo Gyeong Dang dan memastikan apa Sukjong sudah tahu mengenai penyakit PM Yun. Shim Yun Taek membenarkan dan minta Cha Cheon Soo masuk ke dalam, Seo Yong Gi sudah menunggunya. Di dalam Dong Yi berkata kalau PM Yun sudah membuat rencana untuk mengungkapkan penyakitnya dan ia berkata ia terlalu naif dan tidak menyadari tanda2 nya, seharusnya ia menghentikan PM Yun.

Seo Yong Gi berkata ini bukan salah Dong Yi sama sekali, dan minta Dong Yi tenang, pada akhirnya semua masalah akan mengarah pada pembuatnya, yaitu Chwi Seon Dang sendiri. Cha Cheon Soo dan Shim Yun Taek bergabung dengan mereka dan juga mulai cemas dengan situasinya.

Sukjong sekarang murka karena Jang Hee Bin menyembunyikan penyakit PM Yun. Ia keluar dari Daejeon.

Di Chwi Seon Dang, Jang Hee Jae menasihati Hee Bin untuk bertahan, betapapun sulitnya, Hee Bin harus teguh. Betapa sulitnya Hee Bin mencapai posisi sekarang ini. Jang Hee Bin terlihat berserah dan berkata pada kakaknya dia tidak punya alasan lagi untuk tetap bertahan karena PM Yun juga sudah pasrah dengan nasibnya, jadi apa lagi yang harus ia pertahankan.

Jang Hee Jae berkata tidak seperti itu, semua tahu bagaimana Sukjong menyayangi PM Yun, bagaimanapun juga, Sukjong tidak akan membuang PM Yun.

Jang Hee Bin berkata tidak, sebelum sebagai Ayah, sukjong adalah Penguasa, dia akan bertindak dan memutuskan dengan pandangan sebagai Penguasa terlebih dulu. Jo Sang Gung tergopoh-gopoh masuk dan berkata kalau Baginda tiba di Chwi Seon Dang. Hee Bin kaget dan dia belum sempat berdiri dengan benar ketika Sukjong sudah bergegas masuk. Membuat Jang Hee Jae dan Jo Sang Gung terperanjat dan langsung berdiri menepi.

Jang Hee Bin : Cheon Na?
Sukjong terlihat marah. Jang Hee Jae keluar dari kediaman Hee Bin dan terlihat cemas, ia menunggu di luar. Jang Hee Jae terlihat bingung, bagaimana menyelesaikan ini.

Sukjong langsung tanya, kapan penyakin ini mulai ..kapan PM Yun menjadi demikian parah, kapan ini semua mulai?
Jang Hee Bin menghela nafas, setahun yang lalu ...itu mulai saat PM Yun menderita sakit panas tinggi.

Sukjong tidak percaya, setahun yang lalu dan selama waktu itu kau memilih untuk menutupi-nya, menutupi masalah sepenting ini dari ayahnya, Raja. Hee Bin, apa kau tahu apa yang kau lakukan sekarang?

Jang Hee Bin : Itu bisa disembuhkan, Yang Mulia, saya benar2 bisa menyembuhkan dan merawat penyakit PM Yun.
Sukjong : Hee Bin!

Jang Hee Bin : Yang mulia..saya mohon, mohon...berikan pada saya beberapa waktu lagi. Saya sudah menggunakan resep tonik obat dari China, jika kita terus melanjutkan pengobatan ini, PM Yun akan bisa disembuhkan. Saya mohon, tolong berikan pada saya juga PM Yun kesempatan, Yang Mulia?

Sukjong : Cukup! sudah cukup Hee Bin! Kau berkata kau menggunakan resep obat dari China, kau sudah mengambil obat dari luar istana jadi kau sudah menolak semua bantuan dari tabib terbaik di RS Istana dan juga meminta tabib Nam. PM Yun adalah Pangeran Penerus negeri ini, bagaimana kau bisa menggunakan caramu sendiri dan bahkan berinisiatif untuk merahasiakan penyakit PM Yun.
Kau bahkan tidak tahu kalau apa yang kau lakukan sudah memperparah kondisi PM Yun, apa kau pernah mempertimbangkan akibat tindakanmu? Dan itu yang kau lakukan sekarang, mungkin membuat penyakitnya semakin parah.

Hee Bin : PM Yun akan sembuh dari penyakitnya, Yang Mulia...saya mohon berikan waktu dan kesempatan pada saya.

Sukjong : Apa katamu? aku harus memberimu kesempatan? setelah apa yang kau lakukan? Apa yang ingin kau lakukan, apa niatmu? apa kau ingin menipuku terus dan membiarkanmu menodai Keluarga istana dan Dinasti. Kau masih menginginkan kesempatan, jika aku memberimu kesempatan, apa kau akan mulai merancang untuk mencelakai P. Yeoning, yang ingin kau usir keluar dari istana, yang kau pikir adalah ancaman untuk PM Yun?

Jang Hee Bin : Yang Mulia?

Sukjong : Jangan kau pikir aku tidak tahu masalah itu? siapa kepala dibelakang partai Soron di dewan istana yang terus mendesak untuk menghukum P. Yeoning..apa kau senaif itu dan berpikir aku tidak tahu siapa orangnya? Pada akhirnya akan sampai pada alasan ini, karena penyakit PM Yun kau mampu mengusir keluar P. Yeoning yang tidak bersalah.

Sukjong kesal dan langsung keluar dari Chwi seon Dang. Hee Bin terkejut dan langsung mengejar Sukjong, Cheon Na! Cheon Na!!

Jang Hee Bin lari dan berusaha menahan Sukjong, lalu berlutut di depan Sukjong dan memegang lengan jubahnya, Cheon Na!! Saya mohon, dengarkan permohonan saya. Saya tidak takut apa yang akan terjadi pada saya..saya bisa menanggung hukuman apapun, tapi Cheon Na, untuk PM Yun, anda tidak boleh, saya mohon kemurahan anda untuk PM Yun..saya mohon jagalah posisi PM Yun sebagai Pangeran Penerus, Cheon Na..Cheon Na !!

Sukjong : Apa ini yang sungguh kau inginkan sampai kau melakukan semua ini? Jadi apapun yang terjadi di depan, camkan ini Hee Bin, kau akan menerima apapun konsekuensinya, karena semua sampai disini dari segala kesalahan-mu.

Sukjong melepaskan tangannya dari genggaman Hee Bin dan meninggalkan Hee Bin.

Jang Hee Bin tetap terduduk di tanah dan menangis meraung-raung. Jang Hee Jae dll mendekati Hee Bin dan mencoba menghiburnya, Yang Mulia. Hee Bin terus meratap memanggil Sukjong. Cheon Na...

Jang Mu Yeol mendapat laporan kalau partai Soron yang protes di Injeonjeon mulai mundur dan menarik diri. Jung In Guk melihat partai Soron seperti menggerutu, Jung In Guk masih belum mengerti apa yang terjadi.

Im Sang Hyeon heran dan tanya mengapa Jang Hee Jae ingin partai Soron menghentikan protesnya. Ia heran, apa alasannya. Jang Hee Jae hanya bisa berkata sekarang ini, inilah yang terbaik dan ia akan menjelaskan pada mereka nanti. Im Sang Hyeon berkeras ingin tahu dan Jang Hee Jae hanya berkata kali ini tidak tepat untuk mendesak Sukjong, dan hanya akan membuatnya semakin marah.

Im Sang Hyeon tanya apa terjadi sesuatu? Jang Hee Jae berkata tidak terjadi apa-apa, ia hanya merasa waktunya tidak tepat dan minta Im Sang Hyeon untuk sementara mengesampingkan masalah ini dulu dan menunggu perintah darinya lagi. Jang Hee Jae permisi pergi dan membuat Im Sang Hyeon juga Menteri Chua Sang bertanya-tanya.

Jang Mu Yeol mendatangi Im Sang Hyeon, dan tanya apa kalian ingin tahu? Kalau masalah itu, dia akan mengatakan-nya pada mereka.

P. Yeoning berlari dan minta Ae Jung cepat2. Ae Jung teriak memanggil P. Yeoning. Kim Gu Seon mendekat dan heran mengapa Yeoning terburu-buru.

Ternyata P. Yeoning menemui kakaknya dan berkata kalau dewan istana sudah menghentikan protes mereka dan sekarang tidak ada yang memintanya untuk dihukum. PM Yun membenarkan itu dengan sedikit sedih.

P. Yeoning berkata ia tidak tahu apa alasannya tapi dewan istana membatalkan petisi mereka. Sepertinya dewan istana sudah memaafkan dirinya.

Putera Mahkota Yun berlutut dan memegang tangan adiknya dan berkata aku senang mendengar berita itu dan ini sungguh bagus. PM Yun terlihat resah dan P. Yeoning heran melihat kakaknya.

Sukjong merenung dan Kasim Han masuk, Suk Bin ada disini ingin menghadap Yang Mulia. Dong yi masuk menemui Sukjong. Dong Yi berkata dia juga sudah tahu mengenai penyakit PM Yun, meskipun ia tahu tapi ia berani untuk tidak melaporkannya, jadi Dong Yi minta Sukjong mengampuninya.

Sukjong : kau melakukan ini demi P Yeoning dan PM Yun, ini bukan salahmu, salahkan saja aku sebagai ayah dan Raja yang tidak kompeten. (karakter Sukjong ini menurun pada Yeongjo, yang menyalahkan dirinya untuk bencana alam di Joseon, ketika ia memerintah)

Sukjong mengaku ia tidak tahu apa yang harus dilakukan mengenai masalah ini, meskipun ia tahu kondisi PM Yun, tapi apa dia harus merahasiakan ini atau tidak, perasaanku ingin melindunginya dan menjaganya agar tidak terluka tapi akan datang satu hari kalau ini akan diketahui publik, bahkan jika PM Yun bisa naik takhta, pada akhirnya ia tidak bisa...

Dong Yi juga tidak tahu bagaimana menghibur Sukjong. Sukjong merasa sedih.

Jang Hee Bin merenung di kediaman-nya, dan ia ingat Sukjong menuduhnya, apa kau tahu kalau tindakanmu itu justru memperparah kondisi PM Yun? dan kata2 Sukjong siapa dibalik partai Soron yang ingin mengusir P. Yeoning? Jang Hee Bin mencengkeram roknya dan kelihatan murka.

Oh Tae Pung dan Oh Ho Yang mendatangi kantor polisi dan berkata mereka datang bukan untuk merengek lagi tapi untuk membantu polisi. Oh Tae Pung berkata kalian perlu waktu sebulan dan belum menemukan pelakunya, aku sudah menangkap mereka untuk kalian.

Polisi kaget, apa benar? Oh Ho Yang berkata ia sudah memberi mereka pelajaran. Oh Tae Pung juga berkata ia sudah tahu siapa dalangnya. Oh Tae Pung berbisik pada polisi. Polisi itu terperanjat mendengarnya, pelakunya bukan lain Ny. Yoon? Oh Tae Pung membenarkan, tepat!

Kedua ayah anak itu pulang dengan gembira, sekarang mereka hanya menunggu Jang Hee Jae membayar semuanya. Keduanya sampai rumah dan mencari Ny. Park. Tapi Ny. Park tidak ada di rumah, Oh Ho Yang juga tidak tahu dimana ibunya.

Ny. Park mendatangi Ny. Yoon (ini mungkin pertemuan terakhir mereka)

Ny. Park teriak minta Ny. Yoon keluar dari rumahnya! Ny. Yoon membuka pintunya dan kesal apa yang diinginkan Ny. Park. Ny. Yoon berkata apa kau ingin mati, karena tidak sopan padaku.

Ny. Park berkata ini semua karena perbuatan Ny. Yoon yang hampir saja membunuh anaknya, apa Ny. Yoon berpikir kalau ia takut dengan-nya.

Ny. Yoon minta Ny. Park menghentikan omong kosongnya lalu membentak Ny. Park untuk meninggalkan rumahnya. Dan minta pelayan-nya menyeret keluar Ny. Park. Ny. Park berkata ia akan menyelesaikan urusan lamanya dengan Ny. Yoon sekali untuk selamanya.

Ny. Park berkata ia tidak akan melepaskan orang yang mencoba membunuh anaknya lepas begitu saja. Ny. Yoon masih pura2 tidak mengerti. Ny. Park berkata ia tidak omong kosong dan tanya apa sampai sekarang Ny. Yoon masih memilih untuk menyangkal masalah ini.

Ny. Park berkata apa tidak cukup berusaha membakar kediaman Yang Mulia Sukbin, lalu berusaha membuat anaknya sebagai pelakunya.

Ny. Yoon shock. Jadi benar Ny. Park sudah tahu. Ny. Park berkata tinggal menunggu waktu, mereka akan melihat keluarga ini hancur, mungkin saja Uigyeombu dan polisi sudah berangkat untuk menahan-mu. Ny. Yoon teriak, apa yang kau katakan! Ny. Park berkata kau sudah membuat anakku menderita dan sekarang kau akan membayar dengan darahmu semua kejahatan-mu.

Dong Yi memikirkan kata2 Sukjong mengenai PM Yun ketika P. Yeoning masuk dan tanya apa ibunya sudah mendengar kalau dewan istana tidak akan menghukum-nya lagi, apa itu karena perbuatan kakak, bukan PM Yun?

Dong Yi membenarkan. Yeoning berjanji mulai sekarang, ia tidak akan membuat masalah lagi untuk PM Yun dan membuat kegelisahan lagi, ini benar..saya bisa berjanji pada ibu mengenai masalah ini. Dong Yi menghela nafas dan berkata ia tahu itu.

Shim Yun Taek tiba-tiba datang dengan panik, ia lapor kondisi istana akan kacau. Dong Yi heran, apa lagi yang sudah terjadi?

PM Yun dan rombongan jalan dan dia bisa merasakan kalau semua mata memandangnya. Bahkan Hwang Ju Shik juga mendengar dari Yeong Dal masalah Putra Mahkota. Meskipun belum jelas penyakitnya tapi ada rumor kalau kediaman Putera Mahkota akan segera mengadakan pemakaman.

Hwang Ju Shik kesal dan memukul Yeong Dal. Tapi Yeong Dal berkata PM Yun tampak kurang sehat akhir2 ini dan Chwi Seon Dang yang berusaha mengusir P. Yeoning tiba2 diam saja. Hwang Ju shik jadi bingung, PM Yun kena penyakit apa.

Dong Yi tidak menyangka kalau istana akan kacau dengan gosip penyakit PM Yun. Dong Yi tanya bagaimana mereka tahu, ia tidak pernah membocorkan ini, lalu ia sadar..apa mungkin Jang Mu Yeol?

Petugas Min masuk dan berkata kalau Suk Bin ada disini. Jang Mu Yeol heran dan berdiri memberi hormat. Dong Yi masuk dan ia kelihatan marah. Yeong Gam, apa ini perbuatan anda? Mengenai penyakit PM Yun dan yang sekarang membuat kekacauan di istana, apa ini pekerjaanmu?

Jang Mu Yeol berkata kalau masalah PM Yun bukan masalah pribadi, tapi masalah yang melibatkan dinasti, Yang Mulia, tidak bisa menyembunyikan masalah ini dari keluarga istana.

Dong Yi : Kau berkata ini demi Dinasti, atau memang niatmu melakukan ini demi kepentingan politikmu sendiri, dan kau bisa dengan berani berdiri di sana dan menggunakan alasan demi kepentingan Dinasti dan keluarga istana. Aku tidak akan diam saja dan membiarkan ini.

Jang Mu Yeol : Yang Mulia.

Dong Yi : Kau sudah memintaku menggunakan perawat istana itu dan dia ada dlm tahananku sekarang, itu benar, baik, camkan ini, aku akan melakukan dengan caraku, Yeong Gam. Aku akan mengatakan pada Sukjong kalau kau berencana menggunakan perawat istana itu untuk mengancam PM Yun, apa kau mengerti..

Dong Yi keluar dari kantor Jang Mu Yeol. Dong yi berkata pada Shim Yun Taek, kita harus menekan gosip ini. Dong Yi memanggil Bong Sang Gung dan Jung Im menemuinya. Dong Yi minta yang harus dilakukan adalah membungkam mulut para gungnyeo.

Shim Yun Taek berkata, maafkan saya karena berani mengatakan-nya, Yang Mulia demi PM Yun sudah merahasiakan masalah ini dan membiarkan posisi anda sulit, bukankah jika anda tidak ikut campur, maka akan lebih menguntungkan anda.

Dong Yi : Aku anggota keluarga istana negeri ini. Aku tidak akan berpikir hanya untuk kepentingan P. Yeoning saja. Jika Pangeran penerus goyah maka keluarga istana dan dinasti akan hancur, bagiku, ini adalah tugas dan tanggung jawabku untuk menjaga mereka demi Keluarga istana dan Dinasti.

Im Sang Hyeon menemui Hee Bin dan ingin meminta penjelasan mengenai PM Yun. Kalau PM Yun sudah menderita penyakit yang akan membuatnya tidak bisa naik takhta, apa itu benar.

Jang Hee Bin berkata itu tidak benar. Im Sang Hyeon tanya apa Jang Hee Bin ingin menutupi langit hanya dengan tangan-nya? Masalah ini tidak bisa disembunyikan. Jang Hee Bin marah, apa yang disembunyikan? aku sudah mengatakan tidak terjadi apa-apa mengenai PM Yun. Im Sang Hyeon berkata ini menyangkut dinasti, jika benar, maka mereka yang mendukung Putera Mahkota Yun secara politik akan habis. Im Sang Hyeon memberi peringatan pada Hee Bin.

Jang Hee Jae lari panik ke Chwi Seon Dang dan masuk. Jang Hee Bin berkata pada Im Sang Hyeon kalau semua ini perbuatan Bo Gyeong Dang, apa kalian tidak menyadarinya. Jang Mu Yeol menghianatinya dan memilih mendukung Suk Bin, bagaimana kau bisa mempercayai kata-kata Jang Mu Yeol karena orang itu sudah memilih untuk menghianatiku. Hee Bin mencoba meyakinkan Im Sang Hyeon.

Jang Hee Jae masuk dan ia terperanjat melihat Im sang Hyeon. Im Sang Hyeon curiga, pasti sudah terjadi sesuatu sehingga dia panik.

Im Sang Hyeon keluar dan Jang Hee Bin berusaha menahan Im Sang Hyeon. Jang Hee Bin berkata kalau partai Soron mulai goyah, jika mereka menarik dukungan politik mereka maka tidak ada pilihan untuk memperbaiki situasi.

Jang Hee Jae berkata kalau yang penting sekarang bukan mengenai partai Soron, tapi ibu kita yang akan membuat masalah. Jang Hee Bin heran, mengapa dan ada apa ini? Jang Hee Jae tampak ragu.

Ny. Yoon pusing dan ia berencana melarikan diri keluar kota, ia sedang berkemas ketika pembawa barang berkata kita harus cepat, jika tidak polisi akan menyerbu dan menangkap mereka. Ny. Yoon stress, kemana aku akan pergi dan ia menangis.

Jang Hee Bin tertegun apa polisi akan menagkap Ibu karena dia adalah orang yang membakar kediaman Dong Yi. Jang Hee Jae berkata sepertinya polisi sudah mengetahui kalau Ibu adalah dalang pembakaran kediaman Dong Yi. Dan kasusnya sudah diserahkan pada Uigyeombu, mereka sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan Ny. Yoon.

Ny. Yoon berusaha bergegas ke pelabuhan. Pembawa barang berkata kalau kita sampai ke seberang, kita akan bisa bertemu orang yang akan membantu kita. Pelayan Ny. Yoon minta Ny. Yoon segera naik perahu. Ny. Yoon cemas, jika ia meninggalkan Doseong seperti ini, apa yang akan terjadi pada Jang Hee Bin.

Pembawa barangnya berkata jika Ny. Yoon tertangkap maka tidak akan bisa kembali lagi. Mereka bergegas naik kapal dan hampir berangkat ketika polisi sampai di pelabuhan, tahan!

Pasukan Uigyeombu menyerbu dan menghadapi orang2 Ny. Yoon. Ny. Yoon naik ke kapal dan memerintah mereka segera berangkat, anak buahnya melepas tali. Cha Cheon Soo muncul dan dengan mudah menahan anak buah Ny. Yoon. Ia melompat ke perahu dan mengarahkan pedangnya ke arah pria itu dan berkata kalau kau mau selamat, maka lepaskan tali itu.

Ny. Yoon teriak pada Cha Cheon Soo, minggir! apa kau tidak tahu siapa aku??
Cha Cheon Soo : Kau adalah penjahat yang ingin mencelakai Yang Mulia Sukbin dan Pangeran Yeoning!!

Ny. Yoon diseret keluar dari perahu. Ia teriak2 mencaci maki.

Sementara itu anggota biro penyelidik terperanjat ketika mendengar kalau dalang yang sudah membakar kediaman Dong Yi adalah Ny. Yoon. Jeong Sang Gung dan Jung Im langsung pergi menghadap Dong Yi.

Jang Hee Bin dan rombongan segera ke Uigyeombu, dan Cha Cheon Soo menyeret Ny. Yoon yang teriak2. Jang Hee Bin tanya pada Cha Cheon Soo, apa yang kau lakukan dengan ibuku, dia adalah ibuku dan nenek dari pihak ibu Putera Mahkota Yun.

Cha Cheon Soo : Sebelum itu dia adalah penjahat dan kriminal.

Jang Hee Bin terkejut dan membentak Cha Cheon Soo : Kurang ajar, bagaimana kau menyebut ibuku kriminal, beraninya kau mengatakan itu. Cepat lepaskan ibuku!

Jang Hee Bin maju dan mencoba melepaskan tali yang mengikat ibunya, Cha Cheon soo tidak terpengaruh dan minta anak buahnya mengawal Jang Hee Bin pergi, dan anak buah Cha Cheon Soo menahan Hee Bin. Jang Hee Bin berteriak memanggil ibunya sementara Cha Cheon Soo terus membawa Ny. Yoon ke Uigyeombu.

Pasukan melepaskan Jang Hee Bin setelah Cha Cheon soo berlalu. Jang Hee Bin terjatuh ke tanah dan ia terlihat pucat pasi, anak buahnya langsung menolongnya.

Jeong Sang Gung dan Jung Im menemui Dong Yi yang jelas terkejut ketika mengetahui kalau pelaku pembakaran kediaman-nya waktu itu adalah Ny. Yoon.

Seo Yong Gi melapor pada Sukjong kalau pelaku pembakaran kediaman Dong Yi adalah Ny. Yoon. Polisi sudah mendapatkan buktinya. Yang tersisa hanya pengakuan. Sukjong terkejut dan berkata orang yang ingin mencelakai Sukbin dan P. Yeoning adalah nenek pihak ibu Putera Mahkota? Apa Putera Mahkota Yun tahu masalah ini?

Putera Mahkota Yun menangis di kediaman-nya, ia sedih sekali karena neneknya sudah terbukti bersalah. Sukjong masuk dan melihat anaknya menangis. Sukjong mendekat dan memeluk PM Yun.

PM Yun berkata semua ini dilakukan demi saya, ibu dan juga nenek sudah melakukan kejahatan berat semuanya demi saya..

Sukjong menghibur PM Yun, ini bukan kesalahanmu.

PM Yun : Bagaimana kejahatan ini bisa diselesaikan, bagaimana bisa melepaskan diri dari kejahatan seperti ini. Sukjong memeluk anaknya dan menenangkan Yun.

Dong Yi berdiri diluar kediaman PM Yun, lalu ia melihat ke langit.

Jang Hee Jae berusaha mendapatkan dukungan menteri Chua Sang dan berkata semua ini taktik Bo Gyeong Dang untuk menggeser Putera Mahkota Yun dan Jang Hee Bin.

Chua Sang hanya menghela nafas. Jang Hee Jae berkata jika seperti ini terus, maka Hee Bin tidak akan tenang. Dia minta partai Namin memberikan dukungan penuh pada Jang Hee Bin.

Chua Sang berkata kalau partai Soron sudah menarik dukungan politik mereka, dan partai Namin dengan jumlah yang ada sekarang tidak akan bisa melakukan protes.

Jang Hee Jae kesal, jadi kalian ingin menghianati kami? Lalu seorang pejabat berkata bagaimana bisa dikatakan menghianati? semua masalah ini dilakukan oleh Ny. Yoon dan Jang Hee Bin sendiri.

Jang Hee Jae marah dan menyerang pejabat itu, beraninya kau! bicara tidak hormat pada ibu dan adik-ku. Siapa yang kau pegang sehingga bisa bicara dengan berani seperti itu, lalu Jang Hee Jae menghunus pedangnya dan mengarahkan ke leher pejabat muda itu.

Jang Hee Jae minta mereka memilih, apa malam ini kalian ingin mati dengan pedangku atau memberikan dukungan untuk Jang Hee Bin.

Menteri Chua Sang berkata Jang Hee Jae sudah gila. Jang Hee Jae mengancam, jika kalian tidak ingin menghadapi Jang Hee Jae yang gila maka lebih baik kalian berpikir bagaimana menyelamatkan Jang Hee Bin secara politis. Anak buahnya mencoba menenangkan Jang Hee Jae.

Jang Hee Bin memutuskan keluar dari istana. Jo Sang Gung meminta Jang Hee Bin jangan pergi, kalau ketahuan akan lebih celaka. Tidak ada pilihan kata Jang Hee Bin. Aku harus meyakinkan partai Soron agar mereka mengubah keputusan mereka. Tanpa dukungan politis mereka, maka akan sangat sulit bagiku untuk keluar dari masalah.

Jang Hee Bin menemui Im Sang Hyeon dan partai Soron. Im Sang Hyeon terperanjat, Hee Bin sendiri datang dan anggota partainya bingung, apa yang akan dilakukan pada Hee Bin. Im Sang Hyeon merenung sejenak.

Jang Hee Bin dibiarkan menunggu di luar. Yeong Sun kesal, partai Soron sungguh kurang ajar membuat Jang Hee Bin menunggu diluar seperti ini. Jang Hee Bin berkata tidak ada waktu untuk sopan-santun, kita datang untuk mencari dukungan, bahkan jika mereka meminta jantungnya sebagai jaminan, Hee Bin bersedia memberikan.

Pelayan Im Sang Hyeon keluar. Jo Sang Gung heran, kenapa kau sendirian, mana Im Sang Hyeon? Pelayan itu berkata ia minta maaf tapi Im Sang Hyeon sudah tidur.

Jang Hee Bin terperanjat dan ia berkata aku datang untuk urusan mendesak, aku harus bertemu Im Sang Hyeon segera. Katakan padanya lagi.

Pelayan itu akhirnya berkata kalau Im Sang Hyeon sudah memerintahnya kalau ini sudah malam dan sudah berakhir dan dia tidak ingin membicarakan masalah ini lebih lanjut.

Jang Hee Bin meninggalkan kediaman Im Sang Hyeon dan berkata beraninya Im Sang Hyeon memperlakukanku seperti ini, beraninya partai Soron meninggalkanku dan membiarkanku seperti ini.

Do Seong Ji membawa perintah Sukjong ke biro penyelidik internal. Jeong Sang Gung berkata pada Yoo Sang Gung kalau Baginda sudah mengeluarkan perintah untuk memberikan ijin Uigyeombu untuk menghukum Ny. Yoon. Jeong Sang Gung berkata mereka harus memeriksa yang lainnya di istana yang terlibat dengan Ny. Yoon. Jung Im berkata yang pertama adalah penghuni Chwi seon Dang.

Yoo Sang Gung tiba di Chwi Seon Dang dan minta semua gungnyeo ditahan dan dibawa ke biro penyelidik internal. Mereka dibawa pergi dan berteriak2.

Cha Cheon Soo minta anak buahnya mengeluarkan narapidana dari sel tahanan. Ny. Yoon diseret keluar dan ia teriak memaki-maki.

Jang Hee Bin duduk terpuruk dan memandang kosong. Jang Hee Jae mencoba menghibur adiknya. Hee Bin harus bertahan. Buat apa? kata Hee Bin, masa depan Putera Mahkota sudah hancur, kita harus mengorbankan ibu kita yang sekarang sudah ditangkap dan ada di penjara. Apa lagi yang tersisa bagi kita untuk bertahan di dunia ini.

Jang Hee Jae minta Hee Bin bertahan untuk membayar kembali pada mereka yang membuat kita seperti ini dan apa yang terjadi hari ini dan semua penderitaan kita, anda harus bertahan untuk membalas mereka.

Jang Hee Bin : penderitaan? iya benar..
Jang Hee Bin memutuskan ia tidak ingin sendirian menderita. Jika aku mengalami ini maka Choi Dong Yi juga harus menderita hal yang sama. Jika Putera mahkota Yun diturunkan maka anak Dong yi akan juga diturunkan dan menderita takdir yang sama.

Jang Hee Jae meninggalkan Chwi Seon Dang dan minta anak buahnya pergi dan ia bergegas.

Dong Yi keluar dari Bo Gyeong Dang dan tanya Bong Sang gung, apa penyelidikan-nya sudah dilakukan. Bong Sang Gung membenarkan. Cha Cheon soo datang untuk memperketat penjagaan di Bo Gyeong Dang. Dong Yi memanggil kakaknya.

Cha Cheon Soo : Yang Mulia!
Dong Yi : Apa ini, mengapa ada pasukan di Bo Gyeong Dang?

Dong Yi mendapat penjelasan dari Cha Cheon Soo kalau P. Yeoning mungkin terancam keselamatan-nya.
Cha Cheon soo : Chwi seon Dang sekarang berada di titik di mana mereka tidak bisa kembali lagi, maka tidak bisa menjamin kalau mereka tidak akan melakukan sesuatu yang drastis.

Dong Yi terperanjat dengan perhitungan Cha Cheon Soo.

Sementara itu Jang Hee Bin merenung dan berkata kalau ia tidak akan membiarkan ibunya mati dengan penderitaan dalam hatinya, aku akan membuat ibu melihat kematian Dong Yi dan P. Yeoning di depan mata ibu sebagai persembahan untuk ibu.

Anak buah Jang Hee Jae mengambil minyak dari gudang lampion istana dan berkata kalau lampion minyak adalah yang paling lama nyalanya. Mereka bergegas. Han Jang Bu dan Hwang Jung Gu mengamati mereka. Anak buah Jang Hee Jae bersiap untuk sesuatu.

Jang Hee Jae minta mereka mengikutinya. Hwang Jung Gu berkata mereka aneh sekali malam ini.

Seo Yong Gi mendapat laporan mengenai keanehan itu dari keduanya, kalau anak buah Jang Hee Jae mondar mandir di gudang lampion, sungguh mencurigakan. Seo Yong Gi bertanya-tanya apa yang akan dilakukan Jang Hee Jae kali ini.

Cha Cheon soo berkata pasti ada hubungan-nya dengan Dong yi dan P. Yeoning, dia akan mencelakai mereka. Cha Cheon soo berkata dia akan ke Bo Gyeong Dang untuk memeriksa.

Seo Yong Gi dan Cha Cheon Soo tiba di Bo Gyeong Dang dan melihat bayangan orang, Cha Cheon Soo mengarahkan pedangnya dan ternyata dia seorang kasim. Kasim itu kesini karena tugas malam, ada apa? Dong yi keluar, Orrabuni..Yeong Gam? Dong Yi heran melihat keduanya ada di sini malam-malam.

Dong Yi mendapat laporan mengenai kegiatan Jang Hee Jae. Dong Yi merasa Jang Hee Jae ingin mencelakai P. Yeoning. Tapi Baginda ada di istana, apa ia berani melakukan tindakan ceroboh itu?

Seo Yong Gi merasa mereka sudah terdesak, jadi mereka pasti melakukan perlawanan. Cha Cheon Soo mengusulkan agar Dong yi pindah ke tempat lain yang lebih aman. Seo Yong Gi juga memohon. Saya mohon, lakukan Yang Mulia.

Dong Yi menghela nafas dan memanggil Ae Jung, Ae jung-ah..Geum Yi, bawa Geum Yi kesini segera. Ae Jung mengerti dan pergi menjemput P. Yeoning.

Dong Yi menggandeng P.Yeoning yang heran, kita mau kemana Ibu, mengapa mendadak? Dong Yi berkata mereka harus pindah ke kediaman lain untuk sementara.

Yeoning bingung, mengapa Ibu? apa ada krisis di istana?

Dong Yi : Geum ah, dengarkan dan patuhi apa yang ibu katakan, hari ini kau tidak boleh beranjak sedikitpun dari sisi ibu, apa kau mengerti?
Yeoning : Apa? ya ibu.
Dong Yi : Apapun yang terjadi, kau harus tetap di sisi Ibu, kau mengerti?
Yeoning : Saya mengerti, Ibu.
Dong Yi : Ayo!

Seo Yong Gi dan Cha Cheon Soo mengawal Dong Yi, P. Yeoning dan rombongan lalu ada teriakan kalau istana kebakaran. Dong Yi dll bisa melihat apinya dan mereka terperanjat.

Dong yi berkata kalau kebakaran itu dari arah istana Putera Mahkota. P. Yeoning kaget dan ia mencemaskan keselamatan kakaknya.

Kediaman Putera Mahkota. Dayang Yoon keluar lalu tanya dimana Putera Mahkota Yun. Kasim berkata kalau mereka masih tidak mengetahuinya. Dayang Yoon bingung, apa berarti PM Yun belum keluar dari istana-nya? Mereka panik dan mulai mencari PM Yun.

Sukjong mendapat laporan kalau istana PM Yun terbakar. Kasim Han membenarkan dan Sukjong tanya dimana Yun. Kasim Han minta maaf, mereka belum menemukan PM Yun dan sekarang sedang mengerahkan pasukan istana untuk mencarinya. Sukjong shock.

Jang Hee Bin menunggu di kediaman-nya. Shim Yun Taek sampai di Bo Gyeong Dang, Dong Yi tanya mengenai kebakaran. Shim Yun Taek berkata apinya terlalu besar, meskipun brigade api istana/pemadam kebakaran istana sudah dikerahkan dan mulai memadamkan api tapi sepertinya sulit sekali.

P. Yeoning tanya mengenai kakaknya. Apa PM Yun sudah pindah ke lokasi yang aman? Shim Yun Taek bingung dan Dong Yi tanya apa PM Yun tidak bisa lari dari api? Shim Yun Taek berkata pengawal istana sudah dikerahkan tapi tidak menemukan PM Yun.

P. Yeoning sangat cemas dan Dong Yi mencoba menenangkan Yeoning. Pemadam kebakaran berusaha memadamkan api. Cha Cheon soo tiba di istana Putera Mahkota dan mendapat laporan kalau PM Yun masih dicari.

Lalu bel Cheob Jung dinyalakan. Cha Cheon soo berkata itu bel Cheob Jung, Hwang Jung Gu berkata tenaga di istana kurang jadi perlu bantuan rakyat. (di jaman Joseon, bel ini dibunyikan beberapa kali sehari, tapi di masa kini, bel ini hanya dibunyikan di malam tahun baru, dimana banyak rakyat Korea yang berkumpul untuk menghadiri upacara)

Rakyat berkumpul di gerbang istana untuk membantu memadamkan api. Seo Yong Gi memerintah rakyat untuk membantu memadamkan api. Jang Hee Jae dan anak buahnya mengamati dan minta mereka mulai bergerak.

Jang Hee Jae mengingat, ia memberi tahu rencananya pada Hee Bin. Kalau Bo Gyeong Dang pasti akan memperketat penjagaan, masuk ke Bo Gyeong Dang pasti sulit. Tapi kita harus mempertaruhkan nyawa kita. Hee Bin mengusulkan untuk menggunakan api. Jika istana terbakar dan apinya terlalu besar untuk dikendalikan oleh pemadam kebakaran istana, maka bel Cheob Jung akan dibunyikan agar rakyat bisa masuk untuk membantu.

Saat itu, gerbang akan dibuka jika itu terjadi maka kita akan bisa menyamar dan membunuh Dong Yi dan P. Yeoning dengan pura-pura sebagai perampok yang menyusup di antara rakyat.

Saat rakyat sibuk membantu, pembunuh itu menyelinap dengan kereta untuk kamuflase.

P. Yeoning mencemaskan kakaknya dan Dong yi minta Cha Cheon Soo pergi mencari PM Yun. Cha Cheon soo ragu meninggalkan Dong yi dan P. Yeoning tanpa penjagaan. Yeoning memohon pada Cha Cheon Soo agar menemukan PM Yun. Cha Cheon Soo mengerti dan ia bergegas ke istana Putera Mahkota, ia minta P. Yeoning tidak khawatir, PM Yun pasti baik-baik saja. Cha Cheon soo meninggalkan beberapa penjaga dan minta yang lain mengikutinya.

Dong Yi terlihat cemas. Sukjong dengan panik pergi ke istana PM Yun dan melihat kobaran api yang begitu besar.

Sukjong teriak memanggil anaknya, PM Yun..PM Yun!

Kasim Han mencegah Sukjong untuk masuk ke kediaman PM Yun yang sudah terbakar. Tidak Yang Mulia..anda tidak boleh..masuk ke dalam. Sukjong tidak peduli dan ia masuk ke istana PM Yun dengan semua rombongan-nya.

Pembunuh itu mulai menyelinap dan mereka bahkan berpapasan dengan Cha Cheon Soo. Cha Cheon soo melihat sepatu mereka dan ia tertegun, ia berhenti sejenak. Anak buahnya tanya ada apa Tuan? Cha Cheon Soo berkata orang2 itu mengenakan sepatu Mo Ma hae (sepatu yang dilapisi bulu, sehingga tidak akan meninggalkan jejak di tanah dan tidak bersuara kalau mereka jalan, sepatu yang biasa dipakai perampok atau pencuri)

Cha Cheon soo menoleh lagi dan mereka sudah menghilang.

Yeoning masih memikirkan kakaknya. Ae Jung datang dan mendekati Yeoning, tapi Yeoning minta Ae Jung ke istana PM Yun untuk mencari berita tentang kakaknya. Ae Jung tidak mau tapi Yeoning mendesak-nya. Setelah tahu PM Yun selamat kita akan pindah, bisa kan? Akhirnya Ae Jung pergi.

Dong Yi ingin mengambil P. Yeoning dari kamarnya dan minta penjaga tetap ditempat, Dong Yi dan rombongan pergi.

Pembunuh itu berhasil membunuh dayang P. Yeoning dan Yeoning menoleh, apa itu kau Ae Jung ? Tapi ternyata pembunuh, yang mengarahkan pedang ke arah Yeoning, Yeoning kaget. Siapa kalian?

P. Yeoning langsung lari dan pembunuh itu mengejar. Sementara itu Dong Yi mendekati Yeoning dan memanggil anaknya.

Dong Yi memanggil-manggil tapi tidak ada jawaban, baik dari Yeoning maupun Ae Jung. Dong Yi bingung, Bong Sang Gung berkata apa mungkin mereka sudah pindah ke kediaman lain?

Dong Yi dan Bong Sang Gung memeriksa untuk mencari Yeoning, dan ia shock ketika melihat mayat seorang dayang. Dong Yi ketakutan, ia memanggil Yeoning berkali-kali. Dong yi mendengar suara Yeoning memanggilnya di kejauhan, Eomeoni!!! Yeoning! Dong Yi lari secepat mungkin ke arah suara anaknya.

Pangeran Yeoning sudah terdesak dan tidak bisa lari lagi, ia berbalik melihat pembunuh yang mengarahkan pedang kepadanya, lalu salah seorang mengangkat pedang dan akan menebas P. Yeoning.

Yeoning ketakutan, ia hanya bisa menutup matanya dan teriak, IBU!!!

Dong Yi datang tepat saat pembunuh itu mengayunkan pedangnya dan tanpa banyak berpikir langsung melindungi anaknya dan menerima tebasan pedang pembunuh itu...

Sinopsis Dong Yi Episode 52

Dong Yi episode 52
Pasukan Istana dikerahkan mencari Putera Mahkota Yun.

Dong Yi yakin, Yeoning tadi disini dan mungkin ada keributan, ia menemukan kantung milik Yeoning. Putera Mahkota Yun dibawa ke depan Kapten.

Sukjong marah besar, bagaimana bisa kalian belum menemukan Putera Mahkota? Kapten Pasukan Pengawal istana hanya minta maaf dan bersedia dihukum mati. Sukjong berkata bagaimana tanggung jawab kalian, apa kau yakin tidak ada pembunuh yang menyusup dan menculik Putera Mahkota?

Kapten Pengawal berkata tidak ada, mereka tidak melihat jejak2 penyusup. Do Seong Ji minta Sukjong jangan marah, nanti kesehatan-nya bisa terganggu. Sukjong akhirnya memperingatkan, jika Kapten Pengawal tidak kembali dengan Putera Mahkota, maka nyawamu sebagai gantinya. Kapten itu mengerti dan segera pergi.

Jang Hee Bin berkata sebentar lagi jam 9 malam, jika terus seperti ini, ia bisa mati karena gelisah. Jo Sang Gung menenangkan Hee Bin, Putera Mahkota pasti akan segera ditemukan. Tapi Jang Hee Bin marah, kau tidak tahu kondisi Putera Mahkota, apa ia hidup atau sudah mati, bagaimana bisa tenang.

Jang Hee Jae menghadap Hee Bin, ia berkata kalau tampaknya Putera Mahkota Yun berinisiatif keluar dari istana sendiri. Hee Bin terkejut, bagaimana ini mungkin. Jang Hee Jae membenarkan. Lalu mungkin ada sesuatu yang terjadi di luar istana yang menghambat kepulangan Putera Mahkota. Jang Hee Jae janji akan menemukan-nya.

Jang Hee Bin heran, mengapa Putera Mahkota Yun melakukan ini, apa ia tidak sadar apa akibatnya, Yun bukan orang yang suka melanggar peraturan sebelumnya. Bagaimana Yun bisa seperti ini.

Jang Hee Jae berkata dia masih mencari penyebabnya tapi dia merasa ada yang aneh. Aneh? tanya Hee Bin.

Staf Bo Gyeong Dang masih belum menemukan keberadaan Yeoning.

Jang Hee Jae berkata kalau Yeoning juga menghilang dari istana. Itu benar, staf Bo Gyeong Dang sekarang sedang panik mencari sesuatu, jelas P. Yeoning tidak ada di istana.

Jang Hee Bin : Apa mungkin Putera Mahkota Yun dan P. Yeoning pergi keluar istana bersama?
Jang Hee Jae : Ada kemungkinan seperti itu.

Jang Hee Bin terperangah dan berkata : demi langit!

Anggota biro internal bertemu lagi dengan Dong yi dan Cha Cheon Soo, mereka belum menemukan P. Yeoning, mereka minta maaf. Dong Yi berkata tidak perlu, dan ia menunjukkan kantung bersulam itu, ini milik P. Yeoning, ini bukti kalau dia melihat festival Tak Kyun.

Dong Yi minta anak buahnya mencari di sekitar jembatan. Pasti ada seseorang yang melihat keduanya.

Jang Hee Bin merasa marah, ia tidak percaya, PM Yun menghilang dan melibatkan P. Yeoning juga.

P. Yeoning lari mencari bantuan dan ia jatuh sampai lututnya luka. Yeoning berkata : kakak tunggulah sebentar lagi, saya akan mencari bantuan..

PM Yun dibawa menghadap dan berlutut di depan Kapten. PM Yun dipaksa untuk mengatakan siapa nama dan orang tuanya. Kapten itu berkata ia sudah tidak sabar karena, Putera Mahkota juga menghilang, dan sekarang ibukota resah. Kapten tidak punya waktu main2 dengan PM Yun, katakan siapa namamu!

Kapten itu berkata kalau orang tua PM Yun datang untuk menjamin-nya, maka ia hanya akan menghukum PM Yun 2 kali pukulan dan mengijinkan PM Yun pulang.

PM Yun diam, Kapten memaksa bicara lagi. Apa kau ingin dipukul? PM Yun : Tahan! Beraninya kau! Kapten itu terperanjat. PM Yun bangun dan berkata baiklah, aku akan mengatakan siapa aku sebenarnya..

Hwang Ju Shik dan Yeong dal juga mencari Pangeran Yeoning di jalan. Keduanya merasa aneh bagaimana bisa dua Pangeran menghilang di saat bersamaan. Hwang Ju shik dan Yeong Dal jalan ke rumah Yeong Dal. P. Yeoning menunggu mereka lalu teriak memanggil mereka, keduanya shock melihat Yeoning.

Yeong Dal langsung tanya Yang Mulia, apa yang terjadi dan bagaimana anda bisa ada di sini? P Yeoning memohon keduanya, tolong bantu aku.

Dong Yi berkata pada Jeong Sang Gung kalau kedua Pangeran mungkin terlibat perkelahian, Yeoning sampai menjatuhkan kantungnya, ini benar2 membuatku cemas. Cha Cheon soo berkata akan memeriksa kantor polisi. Jung Im setuju, kalau ada perkelahian pasti akan dilaporkan ke kantor polisi.

Cha Cheon soo pergi ke kantor polisi dan memperlihatkan badge-nya, lalu ia ingin melihat buku laporan hari ini. Polisi itu menghormat lalu pergi.

Hwang Ju shik bingung, apa yang harus kita lakukan? Yeong Dal berkata, sudah aku akan ke kantor polisi menyelamatkan PM Yun. Tapi aku harus berkata apa kalau ditanya siapa dia.

Yeoning berkata katakan saja kau Paman PM Yun. Yeong Dal setuju. P. Yeoning ingin ikut tapi Hwang Ju Shik tidak setuju, jika orang tahu P. Yeoning dan PM Yun meninggalkan istana bersama, ini akan membuat kekacauan. Ia mengajak P. Yeoning kembali ke istana bersama dengan-nya. P. Yeoning ragu-ragu. Tapi Yeong Dal meyakinkan kalau ia akan membawa PM Yun pulang dengan selamat.

Yeong Dal berlutut di depan Yeoning dan janji. Saya akan mempertaruhkan nyawa saya untuk ini. P. Yeoning menepuk pundak Yeong Dal, aku percaya. Hwang Ju shik juga berlutut dan berkata kita akan kembali ke istana, Yang Mulia.

Yeong Dal lari ke kantor polisi. Hwang Ju Shik harus setengah menyeret P. Yeoning kembali ke istana.

Cha Cheon Soo keluar dari kantor polisi dan Dong Yi menunggunya, apa hasilnya? Cha Cheon soo berkata sekitar jam 7 malam, ada laporan mereka menangkap pencopet. Dong yi heran, pencopet? Cha Cheon soo berkata tapi deskripsi pencopet itu mirip dengan gambaran PM Yun.

Dong Yi : Dimana anak itu sekarang?

Yeong Dal sampai di kantor polisi dan berlatih bicara, aku paman PM Yun dsb. Polisi keluar dan berkata orang ini adalah keluarga pencopet itu. Polisi berkata pencopet itu sudah kembali ke rumahnya.

Yeong Dal heran, apa PM Yun sudah kembali ke istana? Polisi itu kaget, istana? Yeong Dal langsung diam dan berkata ah saya terlalu banyak minum dan langsung pergi..Kapten polisi jadi bingung.

Polisi mengawal PM Yun pulang ke "rumah"nya untuk membayar uang jaminan. Polisi itu heran, kau ini sudah besar, tapi mengapa tidak tahu nama dan rumahmu sendiri. Polisi lain berkata, mungkin dia itu idiot. Polisi memperingatkan PM Yun, jangan coba main-main dengan kami.

Yeong Dal meninggalkan kantor polisi dan ia melihat Cha Cheon Soo, Yeong Dal langsung memanggil Cha Cheon Soo.

Polisi masih mengawal PM Yun, dan mereka merasa capek, hei apa ini rumahmu? Pm Yun menunjuk satu arah, itu rumahku. Polisi mencari pemilik rumah itu. Ada yang membuka pintu, Polisi tanya, apa ini anakmu? Orang itu bingung dan berkata PM Yun bukan anaknya, kau ini bicara apa?

PM Yun memanfaatkan kesempatan untuk lari. Polisi mengejarnya. Ketika Yun lari, Cha Cheon soo menangkapnya dan menutup mulutnya. Polisi lari melewati keduanya.

Cha Cheon soo melihat ke arah PM Yun. Yun kaget, kau siapa?
Cha Cheon Soo : Putera Mahkota Yun, saya mohon jangan takut, saya pejabat Militer Bu Sa di Uigyeombu.

Dong yi gelisah, lalu Jeong Sang Gung menemuinya, Yang Mulia! Putera Mahkota sudah ditemukan! Sekarang Yang Mulia bersama Cha Cheon Soo, dan aman.

Dong yi bernafas lega. Benarkah? PM Yun tidak terluka?
Jeong Sang gung menenangkan, benar, PM Yun selamat. Dong Yi tenang, tapi bagaimana P. Yeoning?

Jeong Sang Gung : Harap tenang Yang Mulia, P. Yeoning sudah diantar ke istana oleh Hwang Ju Shik.
Dong Yi terperanjat, dia sudah kembali ke istana? Benar kata Jeong Sang gung, sekarang mungkin Pangeran sudah sampai di istana. Dong yi benar2 merasa lega.

Dong Yi akhirnya bertemu Putera Mahkota Yun, ia memberi salam pada PM Yun, Putera Mahkota Yun ?
PM Yun : Suk Bin Mama!
Dong Yi : Apa anda tidak apa-apa? Apa ada yang luka?
Cha Cheon soo : Sungguh melegakan PM Yun tidak terluka sama sekali.

PM Yun : Maafkan saya sudah menyebabkan anda gelisah.
Dong Yi : Tidak Putera Mahkota..tidak sama sekali..bagus sekali kalau anda selamat..sungguh melegakan..saya benar2 lega, Putera Mahkota Yun.

Dong yi membungkuk pada Putera Mahkota Yun. Cha Cheon soo ingin mengawal PM Yun kembali ke istana tapi Yun menolak.

PM Yun : Tidak perlu, aku akan kembali ke istana sendiri. Aku mendengar istana kacau, jika kau menemaniku maka kau akan dituduh macam-macam, dan akan membuat kesalahpahaman.

Dong Yi masih menahan PM Yun, tapi Yun berkata ia lega Yeoning sudah kembali ke istana dengan selamat, karena anak itu pasti akan dihukum, Yeoning berkata ia tidak mau pergi tapi aku memaksanya. Yun mengaku ia tidak ingin Yeoning disalahkan lagi. Dong yi tersentuh dengan kebaikan hati Yun.

PM Yun membungkuk dengan hormat pada Dong yi lalu ia jalan pulang. Dong yi tersenyum, anak itu sungguh baik hati.

Sukjong lega mendengar PM Yun sedang menuju istana. Kasim Han berkata kalau PM Yun dikawal oleh Se Ja Ik Wi Sa/Pengawal khusus Putera Mahkota, orang2 pilihan. Kasim Han juga berkata PM Yun selamat dan tidak terluka sama sekali.

PM Yun kembali ke kediaman-nya dan Hee Bin menyongsong putranya. PM Yun memberi salam pada ibunya yang kelihatan sangat gelisah. PM Yun minta maaf, dan berkata kalau ia baik-baik saja.

Hee Bin terperanjat, ada apa ini, bagaimana kau bisa melakukan hal yang tidak bertanggung jawab seperti ini.

PM Yun minta maaf, dia hanya merasa bosan dan ia ingin keluar jalan-jalan sendirian, tapi justru tindakannya ini membuat kekacauan di istana.

Jang Hee Bin : Kau bilang kau sendirian? PM Yun, apa kau ingin menutupi P. Yeoning!!

PM Yun : Eomeoni? Apa maksud ibu?

Jang Hee Bin berkata ia tahu semuanya, kalau P. Yeoning membujuk PM Yun untuk main jalan-jalan keluar istana. PM Yun membela adiknya, bukan dia, tapi saya yang memaksanya untuk pergi.

Jang Hee Bin berkata apa kau berharap aku akan percaya itu. Hee Bin terus menyalahkan Yeoning dan Yun terus membela adiknya. Anak dan Ibu itu terlibat perdebatan cukup sengit, lalu tiba-tiba..Yun jatuh pingsan! tepat di depan Hee Bin.

Sukjong duduk menunggui PM Yun, Tabib Nam memeriksanya. Sukjong tanya diagnosa tabib. Tabib berkata kalau PM Yun tidak apa-apa, setelah istirahat yang cukup, maka PM Yun akan pulih kembali.

Sukjong terlihat lega dan ia mendekati anaknya, Sukjong menenangkan Yun.

Tabib Nam menemui Jang Hee Bin diluar dan ia berkata PM Yun tidak apa-apa, hanya karena badan-nya lemah, tiba2 keluar dari istana untuk jalan-jalan membuat pengaruh buruk untuk PM Yun. Tabib Nam pergi untuk menyiapkan obat.

Jang Hee Bin memerintah Jo Sang Gung untuk memanggil pengawal pribadi PM Yun untuk menemuinya, Beraninya anak itu mengancam nyawa PM Yun! aku tidak akan pernah memaafkan P. Yeoning.

Hwang Ju Shik mencoba menyelundupkan P. Yeoning ke dalam istana dan berkata pada penjaga kalau Yeoning adalah anak yang bertugas menari di biro musik, dan Hwang Ju shik pura2 batuk2. Keduanya akhirnya sampai di istana dengan selamat.

Hwang Ju Shik berlutut di depan Yeoning, dan minta agar Yeoning berjanji tidak akan membuat keributan seperti ini lagi. P. Yeoning mengangguk dan Hwang Ju Shik mengulurkan kelingkingnya, janji? Janji. Kata Yeoning.

Tapi Pengawal pribadi PM Yun meminta Hwang Ju Shik untuk berhenti. Hwang Ju Shik melindungi P. Yeoning, ada apa ini?

Dong Yi sudah sampai ke Bo Gyeong Dang.

Dong Yi mendapat laporan kalau PM Yun sudah kembali dengan selamat, tapi P. Yeoning justru belum sampai. Dong yi kaget, apa? P. Yeoning belum pulang sampai sekarang?
Lalu Ae Jung datang berlari-lari : Yang Mulia, ada masalah!

Dong Yi : Ada apa?
Tapi Ae Jung bingung, tidak tahu bagaimana menjawabnya. Yang Mulia...sepertinya pengawal pribadi PM Yun telah menangkap P. Yeoning.

Dong yi terperanjat, apa katamu Ae Jung? Ae Jung-ah!!

Jang Hee Bin menemui Sukjong.

Sukjong : Apa katamu Hee Bin? penyakit PM Yun disebabkan oleh P. Yeoning

Jang Hee Bin : Hari ini, orang yang bersama dengan PM Yun meninggalkan istana adalah Pangeran Yeoning, Yang Mulia.

Sukjong : apa katamu?
Jang Hee Bin : PM Yun adalah orang yang tidak pernah melanggar protokoler istana, ini karena P. Yeoning sehingga PM Yun memanjat tembok istana dan berakhir dengan sakit parah Yang Mulia.

Sukjong : Yang kau katakan itu sudah keluar batas Hee Bin, PM Yun dan P. Yeoning hanya anak-anak, dan ini hanya kesalahan anak-anak saja.

Jang Hee Bin : Yang Mulia apa anda akan menggunakan alasan ini untuk melindungi P. Yeoning? Apa anda selalu ingin membela P. Yeoning?
Sukjong : Hee Bin?

Jang Hee Bin : Sebagai Pangeran Penerus takhta harus menderita penghinaan karena ditangkap sebagai pencopet kecil dan dikurung di dalam sel dan akhirnya jatuh pingsan karena trauma, Cheon Na..pangeran penerus takhta negeri ini..jadi Cheon Na, anda tidak bisa menganggap remeh insiden ini dan menutupinya saja tanpa menghukum. Besok, seluruh negeri akan tahu bahwa P. Yeoning mencoba mencelakai PM Yun. Dewan istana tidak akan membiarkan insiden ini begitu saja.

Sukjong terkejut dengan ancaman Hee Bin, ia tidak percaya Hee Bin mengalihkan insiden ini menjadi urusan politik.

Dong yi menuju tempat tahanan, ia menemui Kapten, aku dengar P. Yeoning disini, apa yang terjadi sampai kau harus menahan P. Yeoning disini?

Kapten : Maafkan saya, Yang Mulia. saya dengar kalau P. Yeoning dan PM Yun keluar dari istana bersama, Yang Mulia. Tapi PM Yun kembali dan jatuh pingsan, mendengar itu kami harus mengadakan penyelidikan mengenai masalah ini.

Dong Yi heran, menurutnya ini cuma insiden, mengapa harus menahan Yeoning. Kapten berkata karena sudah mengancam keselamatan PM Yun, sehingga meskipun ini P. Yeoning, mereka tetap harus mengikuti prosedur yang berlaku.

Dong Yi berkeras, ia ingin menemui Yeoning. Kapten berusaha mencegahnya. Tapi Dong yi tidak menerima penolakan, ia masuk.

Yeoning duduk dibawah penjagaan pengawal pribadi PM Yun. Dong Yi masuk menemui anaknya.

Yang pertama ditanyakan Yeoning justru kakaknya, dia dengar kakaknya pingsan, apa ia tidak apa-apa? Dong yi hanya bisa menghela nafas, kedua anak ini saling mencemaskan satu sama lain.

Yeoning merasa bersalah karena ia berkeras ikut Tak Kyun, padahal sudah waktunya belajar malam untuk PM Yun. Kalau saja Yeoning tidak berkeras, maka kejadian ini tidak akan terjadi.

Dong yi memeluk anaknya, jangan cemas, Geum ah..PM Yun pasti akan segera pulih, demi dirimu, dia pasti akan pulih. Dong Yi memeluk Yeoning.

Seo Yong Gi memberikan laporan pada Sukjong, semuanya benar, P. Yeoning bersama PM Yun keluar dari istana untuk jalan-jalan. P. Yeoning memang berkeras agar mereka berpartisipasi dalam Tak Kyun, lalu karena suatu salah paham, PM Yun ditahan karena dituduh mencopet, dan dibawa ke kantor polisi.

Ini sudah diperiksa oleh kepala polisi. Seo Yong Gi berkata P. Yeoning sudah mengungkapkan ini pada pengawal pribadi PM Yun. Kedua pangeran tampaknya takut kalau masalah ini menimbulkan kekacauan, jadi keduanya menyembunyikan identitas mereka.

Sukjong berkata, sudah terlambat, masalah ini sudah menimbulkan kekacauan, partai yang mendukung PM Yun sudah menggunakan insiden ini untuk menuduh P. Yeoning dan tidak akan melepaskannya.

Cha Cheon Soo menemui Seo Yong Gi dan shim Yun Taek, ketiganya tidak mengerti mengapa masalah ini bisa mengakibatkan keributan. Bisa-bisanya dewan istana memanipulasi ini. Seo Yong Gi berkata ini karena melibatkan PM Yun, mereka akan menyinggung kalau P. Yeoning sudah mencelakai PM Yun.

Shim Yun Taek berkata tempat seperti istana, masalah kecil bisa membuat orang kehilangan nyawanya, dan karena PM Yun memang sakit-sakitan, orang akan melihat P. Yeoning sebagai ancaman dan tidak akan melepaskan insiden ini begitu saja.

Dewan istana berkumpul. Im Sang Hyeon mengajukan petisi, Sukjong tidak boleh menganggap masalah ini sebagai masalah kecil bla bla...Sukjong membentak Im Sang Hyeon, kau sudah keluar batas! Bagaimana kalian bisa menyalahkan semuanya pada P. Yeoning yang masih kecil.

Im Sang Hyeon mendebat tapi insiden ini akan menggoyahkan posisi Putera Mahkota sebagai Pangeran penerus takhta dan bertanggung jawab tidak memandang status atau usia. Bagaimana Baginda bisa beralasan kalau P. Yeoning masih kecil dan membiarkan ini. Sukjong terperanjat, dan Im Sang hyeon bertekad P Yeoning harus dihukum. Dewan Istana tidak akan tinggal diam.

(Selama pemerintahan Yeongjo, partai Namin dimusnahkan dan partai Soron ditekan.)

PM Yun tidak percaya ketika mendengar kalau dewan istana akan menghukum P. Yeoning. Dayang Kepala Yoon berkata kalau Dewan istana ingin menggunakan insiden ini untuk mengusir P. Yeoning keluar dari istana.

Pm Yun : Insiden ini jelas kesalahanku, bagaimana Dewan istana menggunakan insiden ini untuk mengusir P. Yeoning keluar dari istana?

Jang Hee Bin datang, dan ia berkata semua ini karena P. Yeoning berani mencelakaimu PM Yun. Yun tidak mengerti. Ini keterlaluan.

Dong Yi terkejut mendengar keputusan Dewan Istana yang menyalahkan P. Yeoning. Shim Yun Taek berkata PM Yun mengalami penderitaan seperti itu dan P. Yeoning ada di lokasi jelas Dewan Istana ingin menggunakan ini untuk menyalahkan P. Yeoning.

Di kediaman Putera Mahkota.

Hee Bin : Tepat, aku sudah mengatakan mencelakaimu, PM Yun.

PM Yun : Tapi ibu, sayalah yang bersalah, saya yang ingin pergi keluar istana dan mengajak Yeoning keluar dengan saya, ini bukan kesalahan P. Yeoning.

Hee Bin : Tidak!! P. Yeoning membawa PM Yun ke tempat-tempat berbahaya dan juga membiarkan PM Yun mengalami trauma, juga orang yang membuat PM Yun tidak kembali ke istana tepat waktu dan minta kau mengikuti Tak Kyun, jadi bagaimana kau bisa berkata ini bukan kesalahan P. Yeoning?

PM Yun : Ibu?

Hee Bin terus saja berkata kalau Yeoning ingin mengambil posisi Pangeran Penerus takhta, apa kataku sebelumnya, P. Yeoning bukan adikmu tapi adalah sainganmu. Setelah insiden ini, P. Yeoning akan diusir dari istana jadi dia tidak akan pernah mengancam posisi PM Yun. Aku jelas akan memastikan itu.

Hee Bin ingin Yun tetap tinggal di kediaman-nya dan tidak ikut campur. Hee Bin yang akan mengurus semuanya.

Jang Hee Bin berdiri dan akan pergi, ketika tiba-tiba Putera Mahkota Yun berkata : Apa Ibu melakukan ini karena penyakit rahasiaku?

Jang Hee Bin terperanjat, ia menoleh ke arah Yun.

PM Yun : Jadi Ibu melakukan ini, karena takut aku tidak bisa meneruskan takhta dan ibu takut kalau P. Yeoning mungkin merampas posisi Pangeran Penerus dariku, jadi inilah mengapa Ibu ingin menuduh P. Yeoning dengan tuduhan palsu.

Jang Hee Bin : Apa katamu PM Yun?

PM Yun : Saya tahu apa penyakit yang saya derita, saya tahu kalau saya tidak akan bisa mendapatkan keturunan. Saya tahu itu.

Jang Hee Bin kaget sekali dan ia duduk di depan Yun, bagaimana..bagaimana kau bisa tahu ini PM Yun, aku tanya..bagaimana kau tahu..

Jang Hee Bin berkeras, apapun itu, itu tidak benar, apa kau mengerti, PM Yun? kau hanya lemah dan tidak sehat sekarang.

PM Yun : penyakit ini adalah urusan saya, Ibu, kumohon, jangan berbohong lagi pada saya, saya mohon Ibu jangan memaksa menggunakan insiden ini untuk mencelakai P. Yeoning.

PM Yun : Saya tidak akan melakukan, demi menjaga posisi sebagai Pangeran Penerus takhta saya akan menjadikan P. Yeoning sebagai kambing hitam, saya tidak akan menyalahkan adik saya karena kekurangan saya dan menjadi kakak yang kejam, ini tidak akan saya lakukan.

Jang Hee Bin pucat pasi dan berdiri termangu di depan istana Putera Mahkota. Sementara PM Yun merenung di dalam kamarnya.

Sukjong melihat petisi berisi permohonan hukuman untuk P. Yeoning. Sukjong tanya pada Kasim Han, dimana P. Yeoning sekarang. Kasim Han berkata Pangeran ada di kediaman-nya.

Jang Mu yeol menemui Dong Yi lagi dan membujuk Dong yi untuk mengatakan mengenai penyakit Putera Mahkota agar semua tahu. Jika partai Soron tahu kondisi PM Yun yang sebenarnya, kalau dia tidak akan bisa mendapatkan keturunan, maka mereka tidak akan memberikan dukungan politik mereka pada PM Yun dan Chwi Seon Dang.

Dong yi minta Jang Mu Yeol pergi saja, ia tetap pada pendirian-nya, ia tidak ingin menggunakan kondisi PM Yun sebagai alat politik. Jang Mu Yeol menekan dengan menggunakan P. Yeoning. Dong yi diam saja.

P. Yeoning duduk dan menghela nafas, lalu ia dengar ada yang mendekat, ternyata ayahnya! Yeoning langsung berdiri untuk menghormat.

Sukjong berkata kalau PM Yun akan segera pulih. Kau tidak perlu membuat rangkaian bunga seperti yang kau buat untuk Ratu Inhyeon, PM Yun akan segera pulih. P. Yeoning senang sekali mendengarnya, Sukjong tertawa, apa berita ini membuatmu senang. Yeoning membenarkan, ia senang sekali sampai rasanya dia bisa terbang.

Lalu Yeoning serius lagi dan berkata pada ayahnya kalau insiden ini adalah salahnya. Ah Ba Mama, saya mohon ampuni saya, ini karena saya membuat ayah cemas. Semua yang terjadi adalah salah saya, karena saya PM Yun mengalami kesulitan.

Sukjong : Benarkah? Jadi kau bilang kalau semua insiden ini adalah kesalahanmu?

P. Yeoning : Ya, Ayah Raja, PM Yun ingin kembali ke istana sebelum waktu belajar malam tapi saya membuat PM Yun ikut festival Tak Kyun untuk bersenang-senang..semuanya salah saya Ayah Raja.

Sukjong berlutut di depan Yeoning.

Sukjong : Oh! ini benar2 aneh, kemarin PM Yun sudah berkata kalau insiden ini adalah kesalahan-nya dan ia keluar dari istana, ini semua tidak ada hubungannya dengan P. Yeoning.

Yeoning : Apa?
Sukjong : PM Yun berkata kalau ini semua salahnya, dan kau berkata ini semua salahmu, benar2 tidak tahu siapa yang berbohong disini.
Yeoning bingung, Ayah Raja? ini..ini

Sukjong menghibur Yeoning, sudahlah tidak masalah apapun jawabanmu, yang penting kalian berdua saling memperhatikan satu sama lain.

Dong yi datang dan memberi salam. Sukjong menghela nafas, dan berkata pada akhirnya kesalahan-nya karena anak-anak ini memiliki ayah seorang Raja.

Sukjong : Apa karena ini? bagiku anak-anak adalah paling penting dan keturunan yang membahagiakan tapi bagi pejabat pemerintahan mereka menggunakan P. Yeoning dan PM Yun sebagai alat untuk taktik politik mereka.

Dong yi juga hanya menghela nafas, Sukjong melihatnya dengan cemas, Dong Yi?

Dong Yi : Saya dengar kalau Dewan Istana sudah mengajukan petisi mereka dan P. Yeoning akan dihukum.

Sukjong : Jangan cemas, aku akan melindungi P. Yeoning.

Dong Yi merenung, ia bimbang antara janji Sukjong dan melihat Yeoning akan dihukum, sedangkan Dong yi memegang rahasia penyakit Putera Mahkota.

Ny. Park mendengar kalau Hee Bin berusaha mengusir P. Yeoning, dan ia berkata Hee Bin memang orang yang mengerikan. Sedangkan Oh Tae Pung, ia mengerti tindakan Hee Bin yang akan melakukan apa saja demi anaknya, seperti yang ia lakukan untuk Oh Ho Yang.

Oh Ho Yang lari masuk dan berkata diluar ada orang yang datang menangkapnya. Oh Tae Pung keluar dan ia melihat beberapa orang yang memberi salam padanya. Istrinya tanya apa Oh Tae Pung kenal orang2 itu. Oh Tae Pung masuk dan menarik Oh Ho Yang, dan minta anaknya mengenali orang2 yang ditangkap apa ada yang kau kenali?

Oh Ho Yang melihat orang2 itu dan ia mengenali mereka dan Oh Ho Yang teriak. Mereka penjahatnya! Ayahnya senang dan memberikan tongkat pada Oh Ho yang, ayo pukul mereka!

Oh Ho Yang memukuli orang2 itu dan mereka teriak2, ampuni kami, kami akan mengatakan siapa yang sudah menyewa kami.

Oh Tae Pung menyeret Oh Ho Yang yang kesetanan, dan ia tanya siapa yang menyuruh kalian. Ny. Yoon dar Jaedong.

Oh Tae Pung shock. Berarti ini perbuatan Chwi Seon Dang. Ibu Jang Hee Bin. Penjahat itu berkata mereka hanya mengikuti perintah. Oh Tae Pung tidak percaya ini dan ia marah sekali.

Ny. Yoon tampak gembira di rumahnya. Pelayan-nya berkata sudah lama tidak mendengar suara tawa Nyonya. Ny. Yoon membenarkan, akhirnya ia bisa senang, Dong yi dan anaknya akan disingkirkan selamanya.

Ny. Yoon yakin sekali. Ia berkata kalau ia akan hidup panjang umur dan bahagia, dan ia tertawa senang.

Jang Hee Jae bertemu dengan Im Sang Hyeon. Im Sang Hyeon meyakinkan Jang Hee jae kalau mereka akan terus protes bahkan akan memboikot dan tidak hadir dalam sidang. Jang Hee Jae senang.

Dong yi mendapat laporan dari Bong Sang Gung kalau bukan hanya partai Namin tapi juga Soron mengajukan protes agar P. Yeoning dihukum dan tidak akan mengalah. Dong yi hanya bisa memandangi Yeoning. Yeoning terbangun dan memanggil ibunya.

PM Yun merenungkan kata-kata ibunya. Kalau P. Yeoning terancam diusir dari istana. Pm Yun tampak sudah mengambil keputusan, ia berkata pada Yoon Sang Gung, untuk siap-siap, ia harus pergi ke satu tempat. Putera Mahkota Yun pergi dengan rombongannya.

Jang Hee jae menemui Hee Bin dan berkata kalau partai Namin dan Soron akan mendukung mereka dan Sukjong pasti tidak akan bisa menahan-nya lagi. Jang Hee Bin terlihat pucat pasi.

Jang Hee Jae heran dan tanya mengapa Hee Bin seperti itu? Hee Bin berkata kalau Putera Mahkota sudah tahu kondisinya. Jang Hee Jae terkejut.

Sementara itu, Dong Yi mendapat laporan kalau Putera Mahkota Yun datang berkunjung. Ia juga heran dan langsung keluar menemui Yun.

Dong Yi : Putera Mahkota Yun?
PM Yun : Yang Mulia!

PM Yun masuk ke Bo Gyeong Dang. Dong Yi heran dan tanya apa tujuan Putera Mahkota datang ke kediaman-nya. Apa Putera Mahkota ingin menemui Yeoning?
PM Yun : Tidak, hari ini saya datang untuk menemui anda.

Dong Yi : Jika ingin bertemu saya, lalu mengenai apa ini Putera Mahkota Yun?

Jang Hee Jae mengunjungi kediaman Putera Mahkota dan ingin meyakinkan keponakan-nya. Tapi ketika tiba, justru PM Yun tidak ada di tempat. Jang hee Jae bingung dan tanya kemana PM Yu pergi?

PM Yun meninggalkan Bo Gyeong Dang. Dong yi memanggil Bong Sang Gung, aku harus ke kediaman Putera Mahkota. Bong Sang gung heran, bukankah PM baru saja dari sini?

Kim Gu Seon sedang mengajar P. Yeoning, tapi Yeoning tidak konsentrasi. Gurunya tanya apa P. Yeoning masih terganggu dengan insiden yang terjadi sehingga tidak konsentrasi.

P. Yeoning : Ya Guru, ini karena saya, PM Yun sudah mengalami kesulitan, jadi saya dengar dewan istana ingin saya dihukum.

Kim Gu Seon : Yang Mulia?
P. Yeoning : Guru, apa ini berarti saya akan diusir dari istana? Apa saya harus tinggal di luar istana lagi? Karena kesalahan saya, Ibu akan menderita lagi.

Putera Mahkota Yun datang dan berkata Itu tidak akan terjadi P. Yeoning.

Kim Gu Seon dan P. Yeoning berdiri dan memberi hormat pada Putera Mahkota Yun. PM Yun meyakinkan kalau Yeoning tidak akan diusir. Yeoning mendekati Putera Mahkota.

PM Yun : Anak nakal..lihat wajahmu, sepertinya kau tidak senang melihatku.

P. Yeoning : Tidak, tidak PM Yun. Saya selalu senang bertemu PM Yun.

PM Yun : Lalu mengapa kau tidak senyum dan terlihat murung..lihat! kau bahkan tidak memanggilku kakak justru memanggil PM Yun.

Yeoning : Ini karena saya pikir kakak tidak ingin bertemu saya lagi.
Yun menghibur adiknya tidak itu bukan salahmu, aku yang salah. Keduanya saling merasa salah dan Yun memeluk adiknya. oh just cute :)

Dong yi dan rombongannya menuju Donggungjeon dan mengingat kata2 Yun.

PM Yun : Masalah P. Yeoning, saya mohon tenanglah. Ibu dan petisi dewan istana untuk mengusir P. Yeoning demi saya, alasannya karena saya Pangeran penerus takhta dan menurut mereka P. Yeoning adalah ancaman bagi saya.

Dong Yi : Putera Mahkota Yun?

PM Yun : Tapi saya tahu kalau saya sepertinya tidak memenuhi syarat menerima tanggung jawab sebagai Putera Mahkota. Saya tidak ingin karena saya maka P. Yeoning akan dicelakai.

Dong Yi : PM Yun, apa yang anda katakan? mengapa anda berkata tidak memenuhi syarat sebagai Pangeran Penerus takta?
Yun hanya menghela nafas.

Dong yi berkata pada dirinya sendiri, apa mungkin..PM Yun sudah tahu ? apa mungkin...

Kasim Han menghadap Sukjong, Yang Mulia, Putera Mahkota Yun ingin bertemu anda. PM Yun masuk, Ah Ba Mama!
Sukjong tanya, ada apa?

Dong Yi tiba di kediaman Putera Mahkota. Tapi dayang berkata kalau Putera Mahkota saat ini sedang di Daejeon. Dong Yi kaget, apa?
Jang Hee Bin juga tiba di kediaman Putera Mahkota, dia melihat Dong Yi, apa tujuanmu datang ke sini?

Dong Yi memberi salam pada Hee Bin.

Sukjong mendengar Pm Yun. Ah Ba Mama, saya sekarang tidak memenuhi syarat memegang posisi Pangeran penerus takta.

Sukjong terkejut. Apa?

PM Yun : Saya tahu untuk menjaga dan mengamankan keluarga Raja dan garis keturunan-nya, adalah tanggung jawab dan tugas sebagai Putera Mahkota, itu saya tahu, tapi saya sudah terkena penyakit serius, saya tidak bisa menyembunyikan ini selamanya, untuk mempertahankan posisi saya sebaga Pangeran Penerus takhta.

Sukjong bingung, penyakit serius? Apa maksudmu PM Yun? Putera Mahkota Yun hanya menghela nafas.

Kembali ke kediaman Putera Mahkota, Hee Bin tanya apa tujuan Dong Yi datang ke kediaman Putera Mahkota.

Dong Yi : Apa Putera Mahkota Yun sudah tahu mengenai penyakitnya, Yang Mulia? Apa Putera Mahkota Yun sudah tahu atau belum mengenai penyakitnya?

Jang Hee Bin : Bagaimana kau tahu mengenai ini?

Jang Hee Bin terlihat terperanjat. Dong Yi melihat ke arah Daejeon.